
Ilustrasi sepasang kekasih LGBT. (Freepik)
JawaPos.com - Media sosial baru-baru ini dihebohkan dengan video viral yang memperlihatkan seorang pria hanya mengenakan kutang dan celana pendek tengah dicecar warga. Pria tersebut diinterogasi warga lantaran dituding prostitusi online sesama jenis.
Kanit Reskrim Polsek Tambora AKP Sudrajat Djumantara angkat bicara untuk meluruskan situasi yang berkembang di masyarakat. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, diketahui bahwa peristiwa ini tidak ada kaitannya dengan jaringan prostitusi online atau praktik perdagangan orang.
"Memang benar kami amankan. Jadi memang itu posisinya mereka bukan praktik prostitusi online. Jadi suka sama suka, ketemu di aplikasi kencan, tapi memang sudah dipantau warga. Itu aja sih," ujar AKP Sudrajat Djumantara, Selasa (31/3).
Diketahui, kedua pria tersebut diamankan oleh warga pada Senin (30/3) dini hari sekitar pukul 00.00 WIB. Pihak kepolisian yang sedang melakukan patroli langsung meluncur ke lokasi setelah menerima laporan dari pengurus RW setempat.
Tak Ada Unsur Pidana dan Mucikari
Dari hasil pendalaman, pihak kepolisian memastikan tidak ada transaksi komersial dalam pertemuan kedua pria tersebut. Hubungan tersebut murni didasari kesepakatan pribadi melalui aplikasi kencan sesama jenis.
"Jadi dari keterangan yang kami ambil mereka janjian dari aplikasi kencan tapi yang sesama jenis. Tidak ada mucikari, tidak ada tarif, tidak ada yang ambil untung," tegas Sudrajat.
Langkah Pembinaan dan Koordinasi
Meski sempat diamankan di Polsek Tambora untuk dimintai keterangan, polisi menyatakan bahwa saat ini belum ada aturan pidana yang dapat menjerat pelaku terkait orientasi seksualnya. "Untuk LGBT ini belum bisa dijerat, paling kami bina saja," ungkap Sudrajat.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman selama 1x24 jam sebelum menentukan langkah selanjutnya. Sudrajat juga berencana menggandeng pihak terkait untuk melakukan pembinaan kepada kedua pria tersebut.
"Masih di kami, masih di kami. Hari ini kan 24 jamnya. Kami ambil keterangan nanti bagaimana pendalaman. Kalau memang tidak ada, kami koordinasi dengan Satpol PP dan Dinas Sosial untuk dibina," imbuhnya. (*)
