Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 16 Januari 2026 | 00.41 WIB

9 Perilaku Memalukan yang Sering Dilakukan Orang Lajang Usia 40-an di Aplikasi Kencan Menurut Psikologi

seseorang yang berperilaku memalukan di aplikasi kencan./Freepik/freepik - Image

seseorang yang berperilaku memalukan di aplikasi kencan./Freepik/freepik

JawaPos.com - Di usia 40-an, banyak orang sudah mapan secara karier, pengalaman hidup semakin kaya, dan pemahaman diri seharusnya lebih matang.

Namun ironisnya, ketika memasuki dunia aplikasi kencan, sebagian orang justru menampilkan perilaku yang membuat mereka terlihat belum siap secara emosional.

Bukan karena kurang menarik, melainkan karena sikap-sikap tertentu yang—tanpa disadari—menjauhkan calon pasangan.

Menurut psikologi, perilaku di aplikasi kencan sering menjadi cermin dari konflik batin, luka masa lalu, hingga pola relasi yang belum terselesaikan.

Dilansir dari Geediting pada Kamis (15/1), terdapat sembilan perilaku yang kerap dianggap memalukan, sekaligus menjelaskan mengapa sebagian orang di usia 40-an masih bertahan dalam status lajang.

1. Terlalu Membanggakan Masa Lalu

Sebagian orang merasa perlu terus menegaskan bahwa mereka pernah sukses—pernah punya pasangan cantik, pernah kaya, pernah populer. Profil dan obrolan dipenuhi cerita kejayaan lama.

Dalam psikologi, ini sering dikaitkan dengan nostalgia defensif, yaitu kecenderungan berpegang pada identitas masa lalu karena merasa tidak cukup percaya diri dengan kondisi saat ini.

Calon pasangan bisa menangkap sinyal bahwa orang ini belum berdamai dengan perubahan hidupnya.

2. Menyebut Semua Mantan sebagai “Masalah”

Kalimat seperti “semua mantan saya toksik” atau “saya selalu disakiti” sering muncul di bio maupun percakapan awal.

Psikologi hubungan melihat ini sebagai externalizing blame, yaitu kebiasaan menyalahkan faktor luar tanpa refleksi diri. Ini memberi kesan kurang dewasa secara emosional dan menandakan potensi konflik yang sama di masa depan.

3. Terlalu Cepat Membicarakan Pernikahan

Ironisnya, ada juga yang di awal percakapan sudah menekan topik serius: umur, target menikah, bahkan jumlah anak.

Menurut psikologi, perilaku ini sering muncul dari kecemasan akan waktu (time anxiety). Alih-alih terlihat siap, sikap ini justru membuat lawan bicara merasa ditekan dan kehilangan ruang untuk membangun koneksi alami.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore