Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 14 Maret 2026 | 21.28 WIB

Orang yang Paling Kesulitan Menjalani Masa Pensiun Bukanlah Mereka yang Kurang Menabung, Melainkan Mereka yang Tidak Memiliki 7 Kebiasaan Ini Menurut Psikologi

seseorang yang kesulitan menjalani masa pensiun. (Freepik/freepik) - Image

seseorang yang kesulitan menjalani masa pensiun. (Freepik/freepik)

JawaPos.com - Banyak orang percaya bahwa kunci menjalani masa pensiun yang bahagia adalah uang. Semakin besar tabungan, semakin tenang hidup setelah berhenti bekerja. Secara logika, anggapan ini memang masuk akal. Namun dalam praktiknya, kenyataan sering kali berbeda.

Tidak sedikit orang yang secara finansial cukup, bahkan sangat mapan, tetapi tetap merasa kosong, kehilangan arah, dan mengalami kesulitan menyesuaikan diri setelah pensiun. Sebaliknya, ada juga orang yang tabungannya tidak terlalu besar tetapi mampu menjalani masa pensiun dengan penuh makna, bahagia, dan aktif.

Dalam dunia Psikologi, para peneliti menemukan bahwa masalah utama pensiun bukan sekadar uang, tetapi kehilangan struktur hidup, identitas, dan tujuan. Ketika pekerjaan berhenti, banyak orang kehilangan rutinitas, komunitas, bahkan rasa berguna.

Karena itu, menurut berbagai penelitian psikologi tentang penuaan dan kesejahteraan hidup, orang yang paling kesulitan menjalani masa pensiun biasanya adalah mereka yang tidak memiliki kebiasaan-kebiasaan mental dan sosial tertentu sebelum pensiun.

Dilansir dari Expert Editor, terdapat tujuh kebiasaan penting yang secara psikologis membuat masa pensiun jauh lebih sehat dan bermakna.

1. Memiliki Tujuan Hidup di Luar Pekerjaan

Selama puluhan tahun, banyak orang mengidentifikasi diri mereka melalui pekerjaan.

Mereka bukan hanya bekerja sebagai dokter, guru, pegawai, atau pengusaha. Mereka merasa diri mereka adalah pekerjaan tersebut. Masalah muncul ketika pekerjaan itu berhenti.

Tanpa tujuan lain, pensiun bisa terasa seperti kehilangan identitas.

Dalam konsep Purpose in Life, manusia membutuhkan rasa tujuan untuk menjaga kesehatan mental dan emosional. Orang yang memiliki aktivitas bermakna—seperti menulis, berkebun, mengajar, atau kegiatan sosial—lebih mudah beradaptasi setelah pensiun.

Pekerjaan boleh berhenti, tetapi rasa memiliki tujuan tidak boleh berhenti.

2. Terbiasa Mengisi Waktu dengan Aktivitas Bermakna

Salah satu kejutan terbesar setelah pensiun adalah terlalu banyak waktu luang.

Awalnya mungkin terasa menyenangkan. Tidak ada alarm pagi, tidak ada tekanan pekerjaan. Namun setelah beberapa bulan, banyak orang mulai merasa bosan dan kehilangan ritme hidup.

Psikologi menunjukkan bahwa manusia membutuhkan struktur waktu untuk menjaga stabilitas mental.

Orang yang sebelum pensiun sudah memiliki kebiasaan seperti:

membaca

olahraga

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore