
seseorang yang kesulitan menjalani masa pensiun. (Freepik/freepik)
JawaPos.com - Banyak orang percaya bahwa kunci menjalani masa pensiun yang bahagia adalah uang. Semakin besar tabungan, semakin tenang hidup setelah berhenti bekerja. Secara logika, anggapan ini memang masuk akal. Namun dalam praktiknya, kenyataan sering kali berbeda.
Tidak sedikit orang yang secara finansial cukup, bahkan sangat mapan, tetapi tetap merasa kosong, kehilangan arah, dan mengalami kesulitan menyesuaikan diri setelah pensiun. Sebaliknya, ada juga orang yang tabungannya tidak terlalu besar tetapi mampu menjalani masa pensiun dengan penuh makna, bahagia, dan aktif.
Dalam dunia Psikologi, para peneliti menemukan bahwa masalah utama pensiun bukan sekadar uang, tetapi kehilangan struktur hidup, identitas, dan tujuan. Ketika pekerjaan berhenti, banyak orang kehilangan rutinitas, komunitas, bahkan rasa berguna.
Karena itu, menurut berbagai penelitian psikologi tentang penuaan dan kesejahteraan hidup, orang yang paling kesulitan menjalani masa pensiun biasanya adalah mereka yang tidak memiliki kebiasaan-kebiasaan mental dan sosial tertentu sebelum pensiun.
Dilansir dari Expert Editor, terdapat tujuh kebiasaan penting yang secara psikologis membuat masa pensiun jauh lebih sehat dan bermakna.
1. Memiliki Tujuan Hidup di Luar Pekerjaan
Selama puluhan tahun, banyak orang mengidentifikasi diri mereka melalui pekerjaan.
Mereka bukan hanya bekerja sebagai dokter, guru, pegawai, atau pengusaha. Mereka merasa diri mereka adalah pekerjaan tersebut. Masalah muncul ketika pekerjaan itu berhenti.
Tanpa tujuan lain, pensiun bisa terasa seperti kehilangan identitas.
Dalam konsep Purpose in Life, manusia membutuhkan rasa tujuan untuk menjaga kesehatan mental dan emosional. Orang yang memiliki aktivitas bermakna—seperti menulis, berkebun, mengajar, atau kegiatan sosial—lebih mudah beradaptasi setelah pensiun.
Pekerjaan boleh berhenti, tetapi rasa memiliki tujuan tidak boleh berhenti.
2. Terbiasa Mengisi Waktu dengan Aktivitas Bermakna
Salah satu kejutan terbesar setelah pensiun adalah terlalu banyak waktu luang.
Awalnya mungkin terasa menyenangkan. Tidak ada alarm pagi, tidak ada tekanan pekerjaan. Namun setelah beberapa bulan, banyak orang mulai merasa bosan dan kehilangan ritme hidup.
Psikologi menunjukkan bahwa manusia membutuhkan struktur waktu untuk menjaga stabilitas mental.
Orang yang sebelum pensiun sudah memiliki kebiasaan seperti:
membaca
olahraga

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
