
Ilustrasi penyebab berat badan naik saat puasa ramadan (Freepik)
JawaPos.com - Banyak orang berharap berat badan turun selama Ramadan karena waktu makan menjadi terbatas. Namun kenyataannya, tidak sedikit yang justru mengalami kenaikan berat badan. Hal ini biasanya terjadi karena pola makan yang kurang terkontrol, pilihan menu yang tidak sehat, serta minimnya aktivitas fisik selama berpuasa.
Dilansir dari laman GWS Medika, Jumat (20/2), kebiasaan makan yang tidak tepat selama Ramadhan dapat memicu peningkatan berat badan meskipun frekuensi makan berkurang. Oleh sebab itu, penting memahami penyebab tersembunyi agar puasa tetap menyehatkan sekaligus menjaga berat badan ideal.
Berbuka puasa identik dengan minuman manis seperti es buah, cendol, atau minuman bersirup. Meskipun dianjurkan berbuka dengan yang manis, konsumsi gula berlebihan dapat meningkatkan berat badan, memicu lonjakan gula darah, dan membuat tubuh cepat lemas kembali.
Sebagai alternatif, pilih jus buah tanpa tambahan gula, infused water, atau air kelapa alami yang lebih menyegarkan sekaligus menyehatkan.
Setelah seharian menahan lapar, keinginan makan dalam porsi besar sering kali sulit dikendalikan. Padahal makan berlebihan dapat menyebabkan gangguan pencernaan, perut kembung, dan penumpukan kalori.
Disarankan berbuka dengan porsi wajar dan langsung mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang mengandung serat, protein sehat, serta karbohidrat kompleks agar rasa kenyang lebih tahan lama.
Sahur memiliki peran penting sebagai sumber energi selama berpuasa. Melewatkan sahur justru membuat tubuh lebih lapar di siang hari sehingga berisiko makan berlebihan saat berbuka.
Menu sahur ideal sebaiknya mengandung:
Karbohidrat kompleks seperti oatmeal atau nasi merah
Protein seperti telur atau kacang-kacangan
Lemak sehat seperti alpukat atau biji-bijian
Kombinasi ini membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil sepanjang hari.
Minum terlalu banyak sekaligus saat sahur tidak efektif mencegah dehidrasi. Sebaliknya, tubuh membutuhkan cairan secara bertahap agar dapat diserap dengan optimal.
Kebutuhan cairan dapat dipenuhi dengan pola:
2 gelas saat berbuka
