
habitus orang sukses yang selalu tahan banting di tengah gempuran ujian hidup./ Freepik/ jcomp
JawaPos.com - Bekerja di bidang Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini bukan lagi sekadar mimpi. Teknologi ini sudah merambah ke berbagai sektor, mulai dari kantor administratif, industri kreatif, hingga hukum dan pendidikan.
Kabar baiknya, Anda tidak perlu menjadi programmer jenius atau ilmuwan data kelas dunia untuk bisa sukses di bidang ini. Menurut para ahli, ada keterampilan "tersembunyi" yang justru lebih dicari perusahaan saat ini.
Profesor Manajemen dari NYU Stern School of Business Robert Seamans menilai, AI akan melahirkan banyak peran baru, persis seperti saat internet mengubah dunia kerja dulu.
"AI akan mengubah sebagian besar pekerjaan yang kita lakukan, tetapi akan memengaruhi setiap profesi dengan cara yang berbeda," kata Seamans dikutip dari CBS News, Selasa (23/12).
Menurutnya, AI akan mengubah pekerjaan dan cara bekerja.
"Analogi yang baik adalah memikirkan komputer dan internet serta bagaimana hal itu mengubah pekerjaan dan cara kita bekerja," katanya.
Berikut adalah 4 keterampilan utama yang wajib Anda kuasai agar tetap relevan di era AI:
Skill paling krusial saat ini bukanlah teknis, melainkan kemampuan menjelaskan cara kerja AI dengan bahasa sederhana. Banyak manajer perusahaan ingin menggunakan AI, tapi mereka tidak paham apa yang terjadi di balik layar.
Di sinilah peran Anda sebagai jembatan antara dunia teknis dan bisnis sangat dibutuhkan.
"Tugasnya adalah memberikan pemahaman sederhana bagi orang awam tentang apa yang terjadi di balik layar," ujar Seamans.
Artinya, Anda cukup memahami konsep dasar AI dengan baik dan mampu menjelaskannya secara logis tanpa istilah yang rumit.
Pekerja yang paling dicari adalah mereka yang tahu cara memanfaatkan AI generatif seperti ChatGPT untuk bekerja lebih efektif. Bukan sekadar alat tambahan, AI harus menjadi "asisten pribadi" Anda.
Anda bisa menggunakan AI untuk menyusun laporan, analisis data, hingga mencari ide segar. Namun, jangan telan mentah-mentah hasilnya. Anda harus mampu menguji akurasi dan menyesuaikannya dengan kebutuhan pekerjaan agar tidak terjadi kesalahan fatal.
AI tidak sempurna; ia bisa bias dan salah. Oleh karena itu, profesi "Auditor AI" diprediksi akan meledak. Tugasnya adalah memastikan sistem AI bekerja secara adil dan akurat, terutama dalam proses rekrutmen atau penilaian kredit.
"Mereka perlu memiliki pengetahuan yang cukup tentang sistem AI untuk menjalankan pengujian padanya, dan mengetahui tolok ukur apa yang harus digunakan untuk menentukan apakah ada bias atau tidak," jelas Seamans.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
