
Peserta Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri Dikreg ke-35 Tahun Anggaran 2026. (Mabes Polri)
JawaPos.com - Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri Dikreg ke-35 Tahun Anggaran 2026 membekali para peserta didik dengan konsep kepemimpinan digital berbasis data. Program pendidikan ini dirancang untuk menyiapkan calon pemimpin Polri yang mampu menjawab tantangan keamanan di era transformasi digital.
Pola pembelajaran tersebut menjadi bagian dari upaya Polri mencetak calon jenderal yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Selain memiliki kemampuan kepemimpinan strategis, para peserta juga didorong menguasai pemanfaatan data dalam pengambilan keputusan.
Pendidikan di Sespimti tidak hanya berorientasi pada peningkatan kapasitas individu. Kurikulum juga diarahkan untuk mendukung terciptanya stabilitas keamanan dalam negeri sekaligus memperkuat ketahanan pangan, energi, dan ekonomi nasional yang inklusif.
Pendekatan tersebut diperkuat melalui Seminar Sekolah yang digelar di Gedung Oetaryo Sespimti Lemdiklat Polri, Lembang, Jawa Barat, Jumat (19/6/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu forum untuk menguji sekaligus memperdalam pemikiran strategis para peserta didik.
Sespimti Polri Dikreg ke-35 yang resmi dimulai sejak 20 Januari 2026 mengusung motto “CERDAS”. Akronim tersebut merupakan singkatan dari Cekatan, Etis, Responsif, Dedikatif, Akuntabel, dan Strategis sebagai karakter yang diharapkan melekat pada setiap lulusan.
Sebanyak 57 peserta mengikuti pendidikan tersebut. Mereka terdiri atas 47 personel Polri, delapan personel TNI, satu perwakilan Kejaksaan Agung, dan satu perwakilan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Selain memperoleh materi kepemimpinan tingkat tinggi, para peserta juga dituntut memiliki kepekaan sosial yang kuat. Karena itu, berbagai kegiatan kemanusiaan menjadi bagian dari proses pembelajaran selama mengikuti pendidikan.
Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah program bedah rumah di Kampung Sukamaju Barat, Desa Kayu Ambon, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Program tersebut diprakarsai langsung oleh para peserta didik sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Rumah milik pasangan lansia, Lili (73) dan Sumarsih (63), yang sebelumnya terbuat dari bilik bambu direnovasi menjadi hunian permanen berukuran 5 x 6 meter. Proses pembangunan diselesaikan hanya dalam waktu 13 hari melalui semangat gotong royong.
Para peserta juga menunjukkan kepedulian saat terjadi bencana tanah longsor di Cisarua, Desa Pasirlangu, pada Senin (26/1/2026). Mereka turun langsung menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak di lokasi pengungsian.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
