
Ilustrasi generasi Z yang sulit hidup tanpa teknologi (freepik)
JawaPos.com - Seorang penulis di geediting.com bernama Isabella Chase pertama kali menyadari jurang keterampilan antargenerasi itu dari sebuah kejadian sederhana, namun mengejutkan.
Seorang remaja berusia 19 tahun, keponakan dari temannya, datang berkunjung ke New York. Ketika ponselnya kehabisan baterai, ia benar-benar tersesat hanya tiga blok dari apartemen tujuan.
Bangunan yang ingin dituju bahkan terlihat jelas di kejauhan. Namun tanpa GPS yang memerintahkannya belok kiri atau kanan, ia tidak tahu harus melangkah ke mana.
Bagi Isabella, momen itu bukan bahan ejekan atau pemicu perang antargenerasi.
Ia justru melihat sesuatu yang lebih dalam: pergeseran kompetensi dasar manusia ke dalam perangkat digital, yang menciptakan ketidakberdayaan nyata ketika teknologi tidak tersedia.
Orang tua Isabella berasal dari generasi Baby Boomer—tumbuh di era 1960 sampai 1970-an—masa ketika kehidupan dijalani dengan keterampilan praktis, bukan aplikasi.
Keterampilan itu kini tampak kuno, tetapi justru sangat berharga saat listrik padam, sinyal hilang, atau perangkat gagal berfungsi.
Dilansir dari geediting.com, berikut sepuluh keterampilan bertahan hidup dasar yang dulu dikuasai hampir setiap orang, tetapi kini menjadi tantangan besar bagi Generasi Z tanpa bantuan teknologi.
1. Membaca Peta Kertas dan Bernavigasi Tanpa GPS
Ayah Isabella mampu membaca peta kertas, memahami arah mata angin, memperkirakan jarak, dan mengenali penanda lokasi secara alami. Ia tahu ke mana arah utara tanpa perlu titik biru di layar.
Sebaliknya, banyak anak muda saat ini belum pernah menggunakan peta fisik. Mereka tidak memahami legenda peta, skala jarak, atau orientasi wilayah.
Ketika terjadi pemadaman listrik besar di lingkungan tempat Isabella tinggal, menara seluler ikut mati.
Tetangga-tetangga yang lebih muda kebingungan mencari rumah sakit atau toko terdekat—padahal mereka telah tinggal di sana selama bertahun-tahun.
Ini bukan soal kecerdasan, melainkan ketergantungan teknologi yang menggantikan proses berpikir dasar manusia.
2. Menggunakan Buku Telepon untuk Mencari Kontak
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022