Tisu dapaur efektif untuk membersihkan kotoran yang kerap membuat dapur tampak tidak bersih. (Istimewa)
JawaPos.com-Dapur yang tampak bersih belum tentu benar-benar higienis, terutama jika masih meninggalkan lapisan minyak yang lengket. Banyak orang mengalami situasi di mana permukaan dapur terlihat rapi dan bersih, namun ketika disentuh justru terasa licin. Hal ini wajar terjadi karena area dapur memang sering berhubungan dengan minyak saat proses memasak.
Kondisi dapur yang berminyak tentu membuat aktivitas memasak menjadi kurang nyaman. Karena itu, penting untuk segera mencari solusi praktis agar dapur tetap bersih, higienis, dan bebas lengket setiap hari. Salah satu cara yang mudah dilakukan adalah memastikan area dapur dibersihkan dengan metode yang tepat dan alat yang aman.
Tisu dapur kini menjadi salah satu pilihan yang semakin banyak digunakan. Tidak hanya berfungsi untuk mengelap permukaan, tisu dapur juga bermanfaat untuk menyerap minyak berlebih, membersihkan noda membandel, hingga membantu menjaga area dapur tetap higienis dan tidak berbau. Dengan fungsi yang lengkap tersebut, kehadiran tisu dapur dapat menjadi solusi harian untuk mengatasi masalah minyak.
Karena itu, menyediakan tisu dapur di rumah menjadi langkah sederhana namun penting agar kebersihan dapat terjaga lebih optimal. Tisu dapur bisa menjadi alternatif yang lebih efisien dibandingkan metode pembersihan lainnya, terutama untuk mengatasi noda minyak yang sulit hilang.
“Sampai saat ini masih banyak orang yang belum memahami pentingnya peran tisu dapur dalam menjaga kebersihan. Banyak orang masih menggunakan lap kain untuk membersihkan area dapur. Padahal cara ini bisa kurang higienis karena menyimpan banyak bakteri dan sisa kotoran," kata Nabila Syavira selaku Corporate & Brand Communications PT Suparma dalam keterangannya.
Menurut Nabila, penggunaan tisu dapur jauh lebih efektif dibandingkan lap kain. Lap kain cenderung tidak mampu menghilangkan minyak sepenuhnya, bahkan bisa menyebarkan minyak ke permukaan lain sehingga dapur terasa semakin lengket. Meski tampak bersih, permukaan tersebut tetap dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri yang tidak terlihat.
Ia juga menyoroti kebiasaan memakai satu lap kain untuk berbagai keperluan, seperti membersihkan meja, kompor, hingga peralatan makan. Kebiasaan ini dapat memicu cross contamination atau perpindahan bakteri dari satu permukaan ke permukaan lainnya, yang akhirnya membahayakan kebersihan makanan.
Untuk menjaga dapur tetap aman dan higienis, Nabila menyarankan penggunaan tisu dapur yang memiliki daya serap tinggi, kuat, dan berstandar food grade agar aman digunakan.
“Kami ingin membantu masyarakat lebih sadar bahwa menjaga kebersihan dapur harus dimulai dari kebiasaan kecil,” paparnya. (*)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
