Menjaga gerakan tubuh dan punggung agar bebas nyeri
JawaPos.com – Sakit punggung (back pain) sering dianggap sebagai hal biasa, atau sekadar fase sementara.
Banyak orang terjebak dalam kondisi kronis karena percaya mitos-mitos yang keliru dan tidak menyadari bahwa perubahan kecil dalam kebiasaan sehari-hari bisa membawa perbaikan besar.
Cara tubuh bergerak sehari-hari yang salah dan otot yang tidak kuat membuat tulang belakang sering menanggung akibatnya.
Sementara itu, banyak kepercayaan salah tentang sakit punggung dan menunda pemulihan, yang memicu kecemasan, mengurangi aktivitas fisik, dan memperparah kondisi secara kronis.
Melansir dari laman YourTango pada Kamis (30/10), ada lima mitos tentang sakit punggung yang membuat orang terjebak dan kesakitan.
Berikut lima mitos umum yang justru memperparah kondisi dan penjelasan mengapa mitos tersebut perlu dibongkar agar penderitaan tidak berkepanjangan.
Baca Juga: 7 Cara Ampuh Redakan Sakit Punggung Saat Hamil agar Aktivitas Harian Tetap Nyaman dan Aman
Mitos pertama adalah anggapan bahwa nyeri punggung adalah sesuatu yang wajar dan tak terelakkan seiring bertambahnya usia atau aktivitas sehari-hari.
Mitos ini sama sekali tidak benar, di banyak budaya agraris, nyeri punggung begitu jarang karena kebiasaan gerak yang alami dan bukan karena kerusakan tulang belakang.
Mitos ini berbahaya, ketika seseorang menerima bahwa sakit punggung wajar, maka ia tidak mencari perubahan, duduk lama, postur buruk, dan gaya hidup tidak aktif terus berlanjut.
Mitos ini sangat populer, banyak orang diberitahu agar selalu duduk lurus dan punggung tegak.
Postur ini bisa jadi kontraproduktif, karena memaksakan menyangga punggung dengan posisi lingu yang membuat disk dan otot bertekanan buruk.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
