
ilustrasi seorang yang menjelaskan di ruang rapat kantor. (Freepik)
JawaPos.com - Perdebatan antar generasi seringkali terjadi karena adanya perbedaan pengalaman hidup dan realitas ekonomi yang mereka hadapi dari waktu ke waktu.
Generasi Baby Boomer yang tumbuh di masa pasca perang kerap melontarkan ungkapan tertentu, tanpa menyadari seberapa besar keistimewaan finansial yang mereka nikmati di era tersebut.
Melansir dari Global English Editing, pandangan tersebut sering kali membuat frustrasi generasi muda, sebab sistem ekonomi dan peluang kerja hari ini sudah sangat berbeda dibanding puluhan tahun yang lalu.
1. "Saya Sudah Beli Rumah Pertama Ketika Berusia 25 Tahun."
Ungkapan ini adalah satu di antara yang paling sering dilontarkan, padahal realitas harga properti sudah berubah drastis antara dua zaman. Pada tahun 1970-an, harga rata-rata rumah di Amerika Serikat kurang dari empat kali rata-rata gaji tahunan yang didapatkan masyarakat. Kondisi hari ini membuat harga rumah bisa mencapai delapan hingga sepuluh kali lipat dari gaji tahunan, menjadikan kepemilikan aset terasa mustahil bagi banyak orang.
2. "Jika Kamu Hanya Bekerja Keras, Kamu Akan Sukses."
Saran ini sering dilontarkan oleh Boomer tanpa mempertimbangkan adanya kelelahan yang nyata dirasakan generasi muda saat ini. Mereka salah mengira kelelahan dan keletihan sebagai sifat malas, padahal generasi muda bekerja keras di sistem yang terus menuntut lebih dari sebelumnya. Peluang untuk maju dan memiliki stabilitas jangka panjang tidak lagi berbanding lurus dengan usaha yang dicurahkan seperti masa Boomer.
3. "Kamu Menghamburkan Uang untuk Kopi dan Takeout."
Argumen "roti panggang alpukat" ini merupakan klise yang menolak mati, padahal penghematan dari membeli kopi hanya menghasilkan beberapa ratus dolar dalam setahun. Kebiasaan kecil tersebut tidak akan mampu menutupi kesenjangan gaji dengan inflasi yang begitu lebar dalam kurun waktu puluhan tahun terakhir. Nasihat penghematan kecil ini justru mengabaikan adanya masalah sistemik berupa biaya hidup yang jauh lebih tinggi dan tidak masuk akal.
4. "Kuliah Tidak Semahal Itu, Cukup Bekerja Sambil Belajar Seperti yang Kami Lakukan."
Fakta menunjukkan bahwa biaya kuliah saat Boomer bersekolah hanya beberapa ratus dolar per semester, sangat berbeda dengan puluhan ribu dolar yang harus dibayar saat ini. Mereka bisa membayar biaya sekolah dengan bekerja paruh waktu di restoran, sementara generasi muda kini kesulitan bahkan untuk menutupi harga buku perkuliahan. Pendidikan tinggi telah berubah dari tiket menuju kemajuan, menjadi sebuah jalan menuju perbudakan utang yang sangat panjang.
5. "Kami Mendapatkan Segalanya dengan Usaha Sendiri Tanpa Bantuan."
Kenyataan pahitnya, Boomer mendapat berbagai bentuk "bantuan" tidak langsung yang kini tidak lagi tersedia bagi generasi muda. Bantuan itu meliputi pendidikan yang terjangkau karena subsidi pemerintah, adanya pensiun dari perusahaan, hingga serikat pekerja yang kuat untuk menjamin kesejahteraan karyawan. Selain itu, mereka juga menikmati perumahan murah yang didanai dengan suku bunga rendah serta ekspansi ekonomi pasca perang yang menghasilkan banyak peluang.
6. "Anak Muda Sekarang Tidak Mau Bekerja."
Tuduhan ini mungkin adalah satu di antara yang paling membuat frustrasi, sebab generasi muda justru bekerja secara gigih di berbagai sektor seperti freelancing dan ekonomi gig. Perubahan yang terjadi adalah generasi muda tidak lagi bersedia mentoleransi eksploitasi di lingkungan kerja, menuntut gaji yang adil, serta menolak loyalitas buta kepada perusahaan. Mereka bekerja konstan, tetapi memilih untuk tidak menoleransi budaya kerja yang beracun dan tidak menghargai kesehatan mental.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022