
Seorang pria paruh baya dengan ransel duduk di bangku taman kota asing, menikmati momen tenang setelah menyadari realitas perjalanan pasca-pensiun yang tidak sesuai ekspektasi./Freepik
JawaPos.com - Banyak pekerja keras menghabiskan puluhan tahun menabung demi mewujudkan fantasi perjalanan keliling dunia setelah pensiun, membayangkan diri bepergian dengan tas punggung ringan dan senyum lebar.
Namun, realitasnya seringkali tidak sesuai dengan "kartu pos mengilap" yang disimpan di kepala selama bekerja.
Seorang pensiunan yang bekerja di bidang asuransi selama 40 tahun membagikan pengalamannya setelah menjual semua yang ia miliki dan melakukan perjalanan keliling dunia, melansir dari Global English Editing Rabu (22/10).
Pengalaman ini memberinya pemahaman bahwa perjalanan sesungguhnya jauh lebih jujur, lebih lambat, dan berbeda dari yang dia duga.
1. Kebebasan Datang Bersama Bintang Tanda
Pagi pertama di hotel kecil yang asing, penulis segera menyadari bahwa kebebasan yang diimpikan datang dengan beberapa catatan kecil. Jet lag dapat menyerang dengan keras, membuat paspor terasa sangat berat dan berat. Kepanikan jam 3 pagi di kamar yang asing, disertai pikiran bahwa meninggalkan kasur sendiri adalah kesalahan besar, merupakan hal yang tak terhindarkan. Penulis belajar bahwa kebebasan muncul berdampingan dengan kerendahan hati saat ia berusaha bernapas perlahan untuk menenangkan diri.
2. Tubuh Memiliki Pendapat Sendiri
Duduk di kursi kantor selama puluhan tahun, ditambah dengan kebiasaan akhir pekan, meninggalkan jejak yang tidak bisa diabaikan pada tubuh saat pensiun. Lututnya protes saat naik terlalu banyak tangga museum, dan punggungnya lebih memilih kereta daripada bus yang berguncang. Ia yang awalnya ingin berlari cepat mengunjungi tiga kota seminggu, kini hanya mampu menikmati dua lingkungan dalam tujuh hari. Perjalanan lambat bukan lagi filosofi, melainkan bentuk kompromi ortopedi yang ternyata memberikan keindahan.
3. Daftar Perjalanan Justru Membuat Kesepian
Penulis memiliki daftar panjang tempat yang harus dikunjungi, namun ia menyadari bahwa mengejar daftar tersebut justru membuatnya terengah-engah dan merasa sendirian. Saat ia sampai di tangga terkenal, ia hanya melihat banyak orang mencoba meniru adegan film yang sama. Pada akhirnya, ia memilih meninggalkan daftar di hotel dan mengikuti seorang petugas kebersihan yang bersiul, lalu menemukan taman umum tempat dua kakek berdebat soal burung merpati. Ia belajar bahwa daftar hanyalah sebuah peta dan bukan wilayah tujuan yang sesungguhnya.
4. Kerinduan Akan Hal-Hal Kecil di Rumah
Penulis sudah menduga akan merindukan anjingnya, namun ia terkejut merindukan cangkir kopi favorit yang pas di tangannya. Ia juga merindukan toko kelontong di mana dia tahu letak apel yang enak, bahkan sampai suara derit pagar belakang rumahnya saat ditutup. Kerinduan yang aneh ini tidak romantis, namun justru membuat dunia terasa lebih besar saat ia menyadari hal-hal kecil itu. Ia merasa tidak lagi menjadi turis ketika ia mencuci baju di wastafel layaknya melakukan pekerjaan rumah yang normal di tempat asing.
5. Orang Lain Lebih Baik dari yang Digambarkan Media
Berita di televisi seringkali menggambarkan dunia dengan penuh bahaya dan kecurigaan. Namun di dunia nyata, Anda akan menemukan kebaikan seperti petugas toko yang keluar untuk menunjukkan arah toko roti dengan kedua tangan, seolah mengarahkan pesawat. Penulis menerima permen dari seorang nenek di kereta, yang memberikan anggukan persetujuan meski tanpa kata-kata saat ia membaca buku. Dunia cenderung melunak jika Anda melakukan kontak mata, mengucapkan salam, dan membawa pulpen untuk menggambar peta kecil jika kata-kata gagal.
6. Uang Adalah Suasana Hati

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
