Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 4 Mei 2026 | 22.08 WIB

Orang-Orang yang Mempertahankan Persahabatan Mendalam hingga Masa Pensiun Memiliki 7 Ciri Kuat Ini Menurut Psikologi

seseorang yang mempertahankan persahabatan mendalam. (Magnific/freepik) - Image

seseorang yang mempertahankan persahabatan mendalam. (Magnific/freepik)



JawaPos.com - Di tengah dunia yang semakin cepat dan individualistis, mempertahankan persahabatan yang dalam dan bermakna hingga masa pensiun bukanlah hal yang terjadi secara kebetulan.

Banyak hubungan pertemanan memudar seiring waktu—tergerus kesibukan, jarak, atau perubahan prioritas hidup. Namun, ada sebagian orang yang justru mampu menjaga ikatan emosional yang kuat selama puluhan tahun.

Menurut berbagai studi dalam psikologi sosial dan perkembangan, orang-orang ini cenderung memiliki karakteristik tertentu yang konsisten.

Ciri-ciri ini bukan hanya membantu mereka mempertahankan hubungan, tetapi juga memperkaya kualitas hidup mereka secara keseluruhan.

Dilansir dari Expert Editor, terdapat tujuh ciri kuat yang mereka miliki:

1. Mereka Mengutamakan Konsistensi, Bukan Intensitas

Persahabatan jangka panjang tidak selalu diisi dengan komunikasi setiap hari. Justru, yang lebih penting adalah konsistensi. Orang-orang ini memahami bahwa hubungan tidak harus selalu intens untuk tetap bermakna.

Mereka mungkin jarang bertemu, tetapi selalu hadir di momen penting. Sebuah pesan sederhana, panggilan singkat, atau perhatian kecil sudah cukup untuk menjaga koneksi tetap hidup.

2. Mereka Mampu Berkomunikasi Secara Jujur dan Terbuka

Kejujuran adalah fondasi utama dari hubungan yang bertahan lama. Individu dengan persahabatan mendalam tidak takut untuk mengungkapkan perasaan, baik itu kebahagiaan, kekecewaan, maupun konflik.

Namun yang membedakan mereka adalah cara penyampaiannya: jujur tanpa menyakiti, terbuka tanpa menghakimi.

3. Mereka Tidak Perhitungan

Salah satu ciri paling mencolok adalah mereka tidak menghitung “siapa yang memberi lebih banyak”. Mereka memberi tanpa ekspektasi berlebihan dan tidak menyimpan “utang emosional”.

Dalam psikologi, ini sering dikaitkan dengan hubungan yang berbasis kepercayaan, bukan transaksi.

4. Mereka Menerima Perubahan

Editor: Novia Tri Astuti
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore