
Ilustrasi foto keluarga bergaya retro yang menunjukkan seorang ibu dan ayah bersama anak-anak mereka di tahun 80-an atau 90-an./Freepik
JawaPos.com - Memiliki anak di era 80-an dan 90-an adalah pengalaman unik penuh nostalgia bagi banyak orang tua. Namun, seiring berjalannya waktu dan munculnya wawasan baru, banyak orang tua mulai merenungkan pola asuh mereka. Refleksi ini sering membawa penyesalan.
Orang tua kini melihat beberapa hal yang ingin mereka lakukan secara berbeda demi kebaikan anak-anak mereka. Melansir dari Geediting.com Kamis (9/10), ada sebelas penyesalan utama yang diungkapkan para orang tua. Kesebelas poin ini menunjukkan kebijaksanaan yang diperoleh setelah pengalaman bertahun-tahun.
Berikut adalah beberapa hal yang akan diubah oleh orang tua era 80-an dan 90-an:
Menerima Teknologi dan Literasi Finansial Lebih Awal
Para orang tua dulunya sering waspada dan menganggap teknologi sebagai sesuatu yang berpotensi membahayakan. Padahal, merangkul teknologi lebih awal dapat memberikan anak bekal penting untuk literasi digital di masa depan. Mereka juga berharap telah mengajarkan literasi finansial agar anak siap menghadapi dunia nyata.
Menekankan Kehadiran Orang Tua dan Kasih Sayang Verbal
Dahulu, banyak orang tua sering berasumsi bahwa anak tahu mereka dicintai tanpa perlu mengucapkannya. Mereka berharap lebih sering mengucapkan kata "Aku mencintaimu" untuk memperkuat ikatan batin. Prioritas waktu yang lebih berkualitas bersama anak menjadi fokus utama mereka sekarang.
Mendorong Bermain di Luar Ruangan dan Waktu Tidur Lebih Cepat
Orang tua kini menyesal terlalu mudah membiarkan anak tetap di dalam rumah. Padahal, bermain di luar dapat memicu kreativitas, keterampilan sosial, dan solusi masalah. Selain itu, mereka kini menyadari perlunya mendorong anak mendapatkan tidur yang cukup.
Mengajarkan Pentingnya Kegagalan dan Tidak Memusingkan Hal Kecil
Mengubah pola pikir tentang kegagalan sangat penting. Anak perlu tahu bahwa kegagalan adalah bagian dari proses belajar. Orang tua juga seharusnya tidak terlalu memusingkan masalah kecil.
Membiarkan Lebih Banyak Permainan yang Tidak Terstruktur
Orang tua berharap telah memberi anak-anak lebih banyak waktu luang. Waktu tidak terstruktur penting untuk mendorong imajinasi dan penemuan minat baru. Membiarkan anak bosan adalah kunci kreatif.
Mengabaikan Kekhawatiran akan Pendapat Orang Lain
Dahulu, mereka terlalu sering mengkhawatirkan anggapan orang lain tentang cara mereka mengasuh anak. Kekhawatiran ini menguras energi dan mengganggu fokus. Kini, mereka akan lebih fokus pada apa yang terbaik untuk keluarga sendiri.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
