Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 5 Oktober 2025 | 21.31 WIB

9 Ungkapan yang Secara Tidak Sadar Menunjukkan Rasa Tidak Percaya Diri, Simak Apa Saja!

Ilustrasi ungkapan yang secara tidaj sadar menunjukkan rasa tidak percaya diri (freepik) - Image

Ilustrasi ungkapan yang secara tidaj sadar menunjukkan rasa tidak percaya diri (freepik)

JawaPos.com - Dalam percakapan sehari-hari, kita sering kali tidak menyadari bahwa cara berbicara bisa mencerminkan isi hati dan kepribadian kita. Bukan hanya isi pembicaraan, melainkan juga pilihan kata yang kita gunakan. Beberapa ungkapan tertentu justru bisa memberi sinyal kuat bahwa seseorang sedang menyembunyikan rasa kurang percaya diri.

Hal ini menarik untuk diperhatikan, karena kata-kata sederhana yang keluar begitu saja ternyata bisa “membocorkan” sisi rapuh yang tidak ingin kita tunjukkan.

Dikutip dari laman The Expert Editor, Sabtu (04/10), berikut adalah sembilan ungkapan yang sering dipakai orang dalam percakapan dan langsung memperlihatkan ketidakamanan diri mereka.

1. “Saya mungkin salah, tapi…”

Ungkapan ini terdengar seakan merendah, padahal justru melemahkan diri sendiri sejak awal. Dengan berkata demikian, seseorang sebenarnya sudah menutup pintu agar pendapatnya tidak dianggap serius. Orang yang percaya diri akan menyampaikan pandangannya tanpa perlu mengawali dengan permintaan maaf.

2. “No offense, tapi…”

Hampir selalu, kalimat setelah ungkapan ini akan terdengar menyinggung. Ini menunjukkan ketakutan terhadap konflik, namun tetap ingin menyampaikan sesuatu yang berpotensi menyinggung. Orang yang benar-benar percaya diri akan mengutarakan pendapatnya secara lugas dan sopan, tanpa perlu tameng semacam ini.

3. “Tadi saya cuma bercanda!”

Kalimat ini biasanya muncul ketika sebuah lelucon tidak mendapat respon positif. Alih-alih menerima dengan santai atau meminta maaf tulus, ungkapan ini menjadi bentuk mundur teratur. Itu tanda adanya rasa takut ditolak, terutama jika bercanda dengan nada menyindir.

4. “Saya kelihatan jelek banget hari ini…”

Mengumbar kelemahan diri di awal percakapan sering kali hanya untuk memancing pujian. Meski terdengar sepele, ini jelas sinyal kurang percaya diri. Orang yang yakin pada dirinya tidak merasa perlu menekankan kekurangan, apalagi menjadikannya bahan pembuka obrolan.

5. “Sebenarnya…”

Kata ini terdengar netral, tapi jika terlalu sering digunakan untuk mengoreksi orang lain, justru menunjukkan kecemasan intelektual. Seseorang merasa perlu membuktikan diri dengan meluruskan hal-hal kecil, seakan koreksi itu bisa meningkatkan nilai dirinya. Padahal, terlalu sering melakukannya justru membuat orang lain jengah.

6. “Saya tidak bermaksud sombong, tapi…”

Ironisnya, kalimat ini hampir selalu diikuti dengan pamer. Ungkapan ini menunjukkan seseorang ingin terlihat rendah hati, padahal sebenarnya ingin pengakuan. Orang yang benar-benar bangga atas pencapaiannya akan menceritakannya secara wajar tanpa perlu menyamarkan dengan kalimat pengantar seperti ini.

7. “Kamu mungkin tidak ingat saya…”

Membuka percakapan dengan anggapan bahwa orang lain melupakan kita adalah tanda rasa minder. Ungkapan ini secara tidak langsung menempatkan diri sebagai sosok yang tidak berkesan. Padahal, jauh lebih percaya diri bila memperkenalkan diri ulang dengan santai, misalnya, “Hai, kita pernah ketemu di acara A tahun lalu.”

8. “Maaf, maaf, maaf…”

Sering meminta maaf untuk hal-hal kecil bisa terdengar seperti permintaan maaf atas keberadaan diri sendiri. Kebiasaan ini menunjukkan keyakinan bahwa diri adalah beban bagi orang lain. Alih-alih membuat suasana lebih nyaman, justru membuat percakapan terasa canggung.

9. “Saya berbeda dari orang lain…”

Ungkapan seperti “Saya tidak seperti orang lain” atau “Saya memang aneh” sering dipakai untuk terlihat unik. Faktanya, hampir semua orang merasa dirinya berbeda. Mereka yang sungguh-sungguh memiliki keunikan biasanya tidak merasa perlu mengumumkannya—karena tindakan dan cara pandang mereka sudah cukup membedakan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore