Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 4 Oktober 2025 | 23.13 WIB

Jika Anda Ingin Berhenti Merasa Lelah pada Pukul 3 Sore di Kantor, Ucapkan Selamat Tinggal pada Kebiasaan Pagi Ini Menurut Psikologi

seseorang yang lelah pada pukul 3 sore (Freepik/freepik) - Image

seseorang yang lelah pada pukul 3 sore (Freepik/freepik)


JawaPos.com - Setiap orang pasti pernah merasakan “jam 3 sore” yang terkenal itu—saat tubuh tiba-tiba terasa berat, mata sulit fokus, dan produktivitas kerja menurun drastis. 
 
Rasa lelah di sore hari sering kali dianggap wajar, tetapi psikologi modern justru melihat hal ini sebagai tanda adanya pola kebiasaan yang tidak sehat sejak pagi. 
 
Ternyata, apa yang kita lakukan begitu bangun tidur bisa sangat menentukan energi kita sepanjang hari.

Menurut berbagai penelitian psikologi tentang ritme sirkadian dan regulasi energi, ada kebiasaan-kebiasaan pagi tertentu yang diam-diam menjadi penyebab utama kita kehabisan tenaga di sore hari.
 
Dilansir dari Geediting pada Sabtu (4/10), jika Anda ingin tetap bertenaga hingga pulang kerja tanpa perlu mengandalkan kopi keempat, sudah saatnya mengucapkan selamat tinggal pada kebiasaan-kebiasaan berikut ini.

1. Langsung Mengecek Ponsel Begitu Bangun Tidur

Mungkin tanpa sadar, tangan kita otomatis meraih ponsel ketika alarm berbunyi. 
 
Sekilas tampak sepele, tetapi paparan informasi yang begitu cepat—dari notifikasi pekerjaan hingga berita yang membuat stres—bisa memicu “decision fatigue” sejak pagi. 
 
Otak sudah dipaksa bekerja sebelum tubuh siap, sehingga cadangan energi mental terkuras lebih cepat.

Psikologi kognitif menunjukkan bahwa banjir informasi di pagi hari mempercepat rasa jenuh dan menurunkan konsentrasi.
 
Akibatnya, ketika jam menunjukkan pukul 3 sore, tubuh merasa “overload” dan otak ingin menyerah.

2. Melewatkan Sarapan atau Mengonsumsi Sarapan Manis Berlebihan


Banyak orang menganggap sarapan tidak penting, padahal perut kosong membuat kadar gula darah tidak stabil. 
 
Sebaliknya, ada juga yang memilih sarapan dengan makanan manis seperti donat, roti manis, atau minuman bergula tinggi. 
 
Masalahnya, makanan manis memang memberi energi cepat, tetapi juga menimbulkan “sugar crash” beberapa jam kemudian.

Psikologi perilaku makan menjelaskan bahwa energi yang naik-turun drastis dari pola sarapan seperti ini membuat tubuh mengalami kelelahan lebih dini, biasanya sekitar pukul 2–3 sore.

3. Tidak Terpapar Sinar Matahari Pagi

Ritme sirkadian, atau jam biologis tubuh, sangat bergantung pada cahaya alami. 
 
Orang yang bangun lalu langsung berdiam diri di dalam ruangan tanpa terkena cahaya matahari pagi akan cenderung mengalami rasa kantuk yang tidak wajar di siang hari.

Psikologi tidur menekankan pentingnya cahaya alami untuk mengatur produksi hormon melatonin. 
 
Tanpa paparan cahaya pagi, tubuh sulit membedakan kapan harus aktif dan kapan harus istirahat, sehingga sore hari terasa lebih berat daripada seharusnya.

4. Terlalu Banyak Kafein di Pagi Hari


Kopi memang menjadi penyelamat banyak pekerja, tetapi konsumsi berlebihan justru menjadi bumerang. 
 
Secara psikologis, tubuh terbiasa mengandalkan kafein untuk bangun, alih-alih memanfaatkan energi alami yang datang setelah tidur cukup.

Akibatnya, saat efek kafein mulai mereda, biasanya menjelang sore, tubuh mengalami “withdrawal” ringan: lemas, sulit fokus, bahkan lebih mudah tersinggung. 
 
Inilah sebabnya banyak pekerja kantoran merasa terjebak dalam lingkaran kopi–lelah–kopi lagi.

5. Tidak Melakukan Aktivitas Fisik Ringan Setelah Bangun


Bangun tidur langsung duduk atau berdiam tanpa gerakan berarti tubuh tidak mendapatkan sinyal untuk benar-benar “aktif”. 
 
Secara psikologis, aktivitas fisik ringan seperti stretching atau jalan kaki sebentar membantu meningkatkan sirkulasi darah dan memicu pelepasan endorfin, hormon yang membuat kita merasa lebih segar.

Tanpa aktivitas ini, tubuh cenderung lambat “menyala”, dan akibatnya energi mudah habis lebih cepat menjelang sore.

6. Membanjiri Pagi dengan Pikiran Negatif


Ada kebiasaan yang sering dianggap remeh: mengeluh begitu bangun tidur, entah tentang pekerjaan, macet, atau tugas yang menumpuk. 
 
Psikologi kognitif menemukan bahwa pikiran negatif di pagi hari menciptakan bias persepsi: otak lebih mudah menangkap hal-hal yang membuat stres sepanjang hari.

Hasilnya? Energi mental terkuras untuk menghadapi “masalah” yang mungkin sebenarnya kecil. 
 
Pada pukul 3 sore, tubuh dan pikiran sudah lelah karena terus dipaksa bertahan dalam mode stres.

7. Terlalu Terburu-Buru dan Tidak Memberi Waktu Tenang


Banyak orang menjalani pagi seperti lomba lari: bangun, buru-buru mandi, berangkat, bahkan sarapan pun sambil berjalan. 
 
Menurut psikologi stres, kebiasaan ini membuat sistem saraf simpatik—yang memicu respon “fight or flight”—aktif sejak pagi.
 
Akibatnya, tubuh seperti dipaksa siaga terus-menerus.

Ketika sore tiba, sistem tubuh sudah kelelahan akibat siaga terlalu lama.
 
Inilah yang menjelaskan kenapa orang yang terlalu terburu-buru di pagi hari lebih sering merasa “drop” energinya di kantor.

Kesimpulan: Energi Sore Hari Dimulai dari Pagi


Rasa lelah pada pukul 3 sore bukanlah kutukan, melainkan hasil dari pola kebiasaan pagi yang kurang sehat. 
 
Dengan mengucapkan selamat tinggal pada kebiasaan buruk seperti langsung mengecek ponsel, sarapan manis berlebihan, terlalu banyak kafein, atau terburu-buru tanpa jeda, Anda bisa menghemat energi mental dan fisik untuk tetap segar hingga malam.

Psikologi mengajarkan bahwa tubuh dan pikiran saling memengaruhi. 
 
Maka, menjaga pagi agar lebih tenang, teratur, dan sehat adalah kunci untuk mengatasi rasa lelah sore hari. 
 
Dengan begitu, produktivitas tetap terjaga dan hidup terasa lebih seimbang.
 
***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore