Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 23 September 2025 | 23.36 WIB

Jangan Sampai Liburan Terganggu! Kenali Diare Pelancong, 5 Tips Mengatasi dan Cara Pencegahannya

Ilustrasi upaya menjaga kebersihan selama traveling (Dok. Freepik) - Image

Ilustrasi upaya menjaga kebersihan selama traveling (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Bayangkan ketika sedang menikmati liburan impian tiba-tiba perut mulai terasa melilit dan terasa tidak nyaman. Dalam hitungan jam, kamu harus bolak-balik ke kamar mandi karena buang air besar yang encer dan tak terkendali.

Pengalaman yang memalukan ini ternyata dialami oleh banyak wisatawan, terutama saat mengunjungi tempat baru dengan budaya kuliner yang berbeda. Bahkan, menurut data medis sekitar 20-40% wisatawan internasional mengalami gangguan pencernaan seperti ini selama perjalanan mereka, mengubah momen liburan yang ditunggu-tunggu menjadi pengalaman yang tidak terlupakan karena alasan yang salah.

Diare pelancong atau traveler's diarrhea adalah kondisi khusus yang didefinisikan sebagai buang air besar encer lebih dari tiga kali dalam sehari yang terjadi selama atau setelah bepergian ke destinasi baru. Diare pelancong berbeda dengan diare biasa karena dipicu oleh paparan mikroorganisme yang tidak familiar bagi sistem pencernaan kita. Perbedaan utamanya terletak pada konteks terjadinya, di mana tubuh harus beradaptasi dengan bakteri dan virus lokal yang berbeda dari lingkungan tempat tinggal sehari-hari. Kondisi ini paling sering dialami oleh wisatawan yang bepergian dari negara maju ke negara berkembang dengan standar sanitasi yang berbeda.

Gejala diare pelancong tidak hanya terbatas pada buang air besar yang encer, tetapi juga disertai berbagai keluhan lainnya yang dapat mengganggu aktivitas. Gejala yang muncul meliputi kram perut, mual, muntah, demam ringan, dan kembung yang dapat berlangsung selama beberapa hari. Keluhan tambahan seperti sakit kepala, lemas, dan dehidrasi juga sering menyertai karena tubuh kehilangan banyak cairan dan elektrolit. Gejala ini biasanya juga muncul dalam 24-72 jam setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, dengan intensitas yang bervariasi tergantung jenis mikroorganisme penyebab dan daya tahan tubuh individu. 

Mengingat penyakit dapat terjadi kapan saja dan mengganggu momen liburan yang telah direncanakan jauh-jauh hari. Maka, penting bagi setiap individu untuk memahami bagaimana pengobatan yang dapat dilakukan sebagai pertolongan utama ketika mengalami diare pelancong ini. Untuk itu, Hello Sehat memberikan beberapa penjelasan mengenai cara yang terbukti efektif untuk pengobatan kondisi ini.

1. Minum Air Putih yang Banyak

Hidrasi merupakan langkah paling penting dalam mengatasi diare pelancong karena tubuh kehilangan banyak cairan. Menurut Hello Sehat, minum air putih secara teratur akan mencegah dehidrasi yang dapat memperburuk kondisi. Pastikan air yang dikonsumsi bersih dan steril untuk menghindari kontaminasi lebih lanjut.

2. Minum Cairan Elektrolit

Cairan elektrolit membantu menggantikan mineral penting seperti natrium dan kalium yang hilang bersama cairan tubuh. Kamu dapat mengonsumsi minuman olahraga khusus atau larutan elektrolit yang tersedia di apotek. Elektrolit sangat penting untuk menjaga keseimbangan cairan dan fungsi otot serta saraf tetap normal.

3. Buat Oralit

Oralit merupakan campuran garam dan gula yang dirancang khusus untuk mengatasi dehidrasi akibat diare. Larutan ini membantu tubuh menyerap air lebih efisien dibandingkan air putih biasa. Oralit dapat dibuat sendiri di rumah atau dibeli dalam bentuk kemasan siap pakai di apotek terdekat.

4. Konsumsi Obat-obatan Tertentu

Obat seperti loperamide dan attapulgite dapat membantu mengurangi frekuensi buang air besar dan memperlambat gerakan usus. Namun, obat ini sebaiknya tidak digunakan jika disertai demam tinggi atau terdapat darah dalam tinja. Serta pastikan untuk konsultasi dengan apoteker atau dokter sebelum menggunakan obat antidiare sangat disarankan.  

5. Minum Antibiotik

Untuk kasus diare pelancong yang parah atau disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter mungkin meresepkan antibiotik. Penggunaan antibiotik harus sesuai dengan resep dokter dan tidak boleh digunakan sembarangan. Namun, antibiotik hanya efektif untuk infeksi bakteri dan tidak berguna untuk diare yang disebabkan oleh virus atau parasit.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore