
Ilustrasi membandingkan diri. (Freepik)
JawaPos.com – Kenapa kita sering membandingkan diri dengan orang lain? Pertanyaan ini mungkin terdengar sederhana, tapi sebenarnya punya jawaban yang kompleks.
Coba ingat saat kamu scroll Instagram lalu melihat teman sedang liburan ke luar negeri, atau saat rekan kerja meraih prestasi.
Tanpa sadar, muncul perasaan minder, iri, atau bahkan merasa hidupmu kurang berarti.
Dalam psikologi, perilaku membandingkan diri dengan orang lain disebut dengan social comparison.
Teori ini pertama kali dikemukakan oleh Festinger (1954) yang menjelaskan bahwa manusia secara alami membandingkan opini dan kemampuan mereka dengan orang lain untuk menilai diri sendiri.
Seiring waktu, teori ini berkembang hingga mencakup aspek lain seperti status, emosi, dan kesuksesan (Buunk & Gibbons, 2007; Gibbons & Buunk, 1999; Schachter, 1959).
Masalahnya, meskipun membandingkan diri bisa memotivasi kita untuk berkembang, terlalu sering melakukannya justru berisiko merusak kesehatan mental.
Alih-alih merasa terdorong, kita bisa terjebak dalam rasa tidak puas, kehilangan percaya diri, hingga mengalami stres yang berlebihan.
Jadi, penting untuk bertanya pada diri sendiri: apakah kamu masih membandingkan diri untuk berkembang, atau sudah terjebak dalam pola yang tidak sehat?
Simak tanda-tandanya berikut yang dilansir dari Positive Psychology, Linkedin dan Verywell Mind!
Apakah kamu sering tenggelam berjam-jam di TikTok atau Instagram, lalu merasa hidupmu kurang seru dibanding postingan orang lain?
Hati-hati, ini tanda jelas bahwa kamu terjebak dalam perilaku membandingkan diri lewat media sosial.
Ingat, yang kamu lihat biasanya hanya “highlight” terbaik orang lain, bukan kehidupan sebenarnya.
Kalau setiap kali melihat pencapaian orang lain kamu langsung merasa kurang berharga, itu pertanda membandingkan diri sudah melemahkan rasa percaya diri.
Perasaan “nggak cukup pintar, nggak cukup sukses, atau nggak cukup menarik” ini bisa menggerogoti kesehatan mentalmu kalau dibiarkan.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
