Kuncinya ada pada kejujuran, komunikasi, serta keberanian untuk bekerja sama membangun kembali keintiman yang sempat retak. (Freepik)
JawaPos.com-Dalam dunia percintaan, putus bukanlah sesuatu yang asing. Hampir setiap orang pernah mengalaminya.
Ada hubungan yang memang sudah seharusnya berakhir karena penuh dengan toksisitas, kekerasan emosional, atau ketidakcocokan fundamental.
Namun, ada pula hubungan yang putus bukan karena cinta telah padam, melainkan karena kesalahpahaman, ego yang tinggi, atau fase sulit yang belum bisa dilewati bersama.
Pertanyaan penting yang sering muncul adalah: "Apakah hubungan ini masih layak diselamatkan?"
Psikolog hubungan menjelaskan bahwa beberapa pasangan sebenarnya tidak benar-benar kehilangan cinta, hanya saja terjebak dalam dinamika yang salah.
Jika percikan kasih masih ada, bahkan di tengah luka dan amarah, maka hubungan tersebut bisa diperjuangkan kembali.
Dilansir dari laman Your Tango, artikel ini akan membahas 19 tanda kuat bahwa hubungan yang rusak masih layak diperjuangkan, dilengkapi dengan penjelasan psikologis, penelitian, serta tips praktis untuk membangunnya kembali.
Ketika sebuah hubungan berakhir, wajar jika orang-orang berkata, "Masih banyak ikan di lautan." Namun, jika hatimu secara instingtif menolak gagasan itu, ini tanda bahwa cintamu masih terpaut pada pasanganmu.
Rasa enggan membuka hati untuk orang baru menunjukkan bahwa keterikatan emosionalmu masih sangat dalam. Teori attachment dalam psikologi menjelaskan bahwa ikatan kuat membutuhkan waktu lama untuk benar-benar terputus.
Cemburu adalah satu hal, tetapi rasa mual ketika membayangkan mantan pasangan dengan orang lain adalah bentuk keterikatan emosional yang lebih dalam. Itu bukan sekadar rasa memiliki, melainkan rasa kehilangan yang tulus terhadap ikatan intim yang pernah ada.
Jika pikiran itu membuatmu gelisah, artinya hatimu belum benar-benar siap untuk melepaskan.
Kebebasan setelah putus seringkali digadang-gadang menyenangkan: bebas bertemu orang baru, mencoba aplikasi kencan, atau menjalin pengalaman baru. Tetapi jika semua itu terasa hambar dibandingkan kebersamaan dengan pasangan lamamu, itu pertanda jelas bahwa hubungan tersebut masih memiliki nilai yang besar.
Penelitian tahun 2021 menemukan bahwa kesepian dalam hubungan lebih memengaruhi kepuasan dibanding sekadar status lajang atau tidak. Artinya, jika pasanganmu adalah tempatmu merasa "pulang", hubungan tersebut masih sangat berarti.
Banyak orang yang putus merasa tergoda untuk "balas dendam". Namun, jika dalam hati kecilmu, membalas dendam terasa konyol dan tidak masuk akal, ini tanda bahwa cintamu lebih kuat daripada amarahmu.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
