
Ilustrasi skin cycling (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Pernah merasa kulit justru jadi kusam atau iritasi meski sudah pakai banyak produk skincare?
Tenang, kamu tidak sendirian. Ternyata, penggunaan skincare yang berlapis-lapis tanpa pola yang tepat bisa membuat kulit “kelelahan” dan hasilnya tidak maksimal.
Kini ada metode baru yang sedang viral di dunia kecantikan, yaitu skin cycling.
Skin cycling adalah rutinitas perawatan kulit selama 4 malam yang dirancang agar produk skincare bekerja lebih efektif dan tidak membebani kulit.
Konsepnya sederhana, ada hari khusus untuk eksfoliasi, hari untuk retinol, dan dua hari untuk pemulihan atau recovery.
Dengan pola ini, kulit bisa tetap sehat, terhidrasi, sekaligus mendapatkan manfaat maksimal dari produk skincare yang kamu gunakan.
Apa Itu Skin Cycling?
Melansir dari laman Klik Dokter, skin cycling merupakan metode perawatan kulit yang dijalankan dengan pola rutin selama empat malam.
Konsep ini pertama kali dikenalkan oleh dr. Whitney Bowe, seorang dermatolog asal New York, Amerika Serikat.
Ia menekankan bahwa perawatan kulit tidak harus rumit atau menggunakan banyak produk.
Yang terpenting adalah memaksimalkan penggunaan skincare pada malam hari agar hasilnya lebih optimal.
Dalam siklus empat malam tersebut, urutannya meliputi, malam pertama eksfoliasi, malam kedua penggunaan retinol, kemudian dua malam berikutnya difokuskan pada tahap pemulihan. Setelah itu, siklus diulang kembali dari awal.
Manfaat Skin Cycling untuk Kulit
Menurut laman Everyday Health, skin cycling disebut memiliki berbagai manfaat oleh para dermatolog maupun penggunanya.
Skin barrier yang sehat penting untuk melindungi kulit dari infeksi, bahan kimia, maupun alergen.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
