
Bagaimana Cara Membedakan Antara Cinta dan Obsesi? Ini Penjelasannya Menurut Psikologi dan Langkah Menjaga Hubungan Tetap Sehat (Oleg Gapeenko/Vecteezy)
JawaPos.com - Pernahkah kamu merasakan jatuh cinta begitu dalam sampai rasanya seluruh pikiranmu hanya dipenuhi oleh satu orang? Senyumnya bisa membuatmu bahagia seharian, tapi sekaligus membuatmu cemas ketika pesanmu tak kunjung dibalas.
Perasaan ini sering dianggap cinta, padahal bisa jadi itu sudah mengarah pada obsesi. Lalu, apa sebenarnya yang membedakan cinta dengan obsesi, dan bagaimana cara menjaga hubungan tetap sehat tanpa kehilangan diri sendiri?
Dalam penjelasan pada salah satu video dari kanal youtube psikologi populer yakni Psych2go, secara psikologis, cinta dan obsesi bisa terlihat mirip karena sama-sama melibatkan emosi yang kuat. Namun, cinta sejati biasanya menghadirkan rasa aman, tenang, dan saling mendukung.
Sedangkan obsesi lebih sering menimbulkan kecemasan, rasa takut ditinggalkan, bahkan perilaku yang terlalu mengikat. Hal ini tidak terjadi begitu saja, melainkan dipengaruhi oleh perubahan kimia dalam otak.
Misalnya, saat jatuh cinta, otak kita dipenuhi dopamin yang memberikan sensasi bahagia dan membuat kehadiran seseorang terasa seperti hadiah. Namun, ketika kadar dopamin ini terlalu dominan, kita bisa mulai "kecanduan" perhatian mereka.
Ditambah lagi dengan oksitosin atau hormon cinta yang membuat ikatan emosional terasa semakin dalam, hingga muncul rasa takut berlebihan jika harus berpisah.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Libra dan Scorpio 5 September 2025: Mulai dari Cinta, Karir, Kesehatan dan Keuangan
Belum lagi testosteron yang memicu gairah sekaligus rasa posesif, serta kortisol yang meningkat ketika rasa khawatir semakin besar. Kombinasi ini bisa membuat cinta terasa melelahkan alih-alih menenangkan.
Lalu, apa yang bisa dilakukan agar hubungan tetap sehat? Salah satunya adalah dengan menyadari tanda-tanda obsesi sejak awal. Jika kamu merasa hidupmu hanya berputar pada pasangan atau gebetan, coba tarik napas sejenak dan alihkan fokus pada dirimu sendiri.
Latih mindfulness dengan meditasi atau pernapasan dalam untuk menenangkan pikiran. Selain itu, jangan ragu untuk kembali menekuni hobi, memperkuat pertemanan, atau mencari dukungan profesional bila perasaan tersebut sudah terlalu mengganggu.
Pada akhirnya, cinta yang sehat adalah cinta yang memberi ruang untuk tumbuh, bukan mengekang. Obsesi mungkin terasa intens dan membakar, tetapi cepat melelahkan. Sementara itu, cinta sejati justru membuatmu merasa cukup, aman, dan dihargai apa adanya. Jadi, ketika kamu merasa terjebak antara cinta dan obsesi, ingatlah bahwa cinta yang tulus seharusnya menenangkan, bukan menguras energi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022