Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 28 Agustus 2025 | 03.37 WIB

Hindari Tiga Kalimat Berikut Ini Jika Tidak Ingin Menyakiti Perasaan Ibu Rumah Tangga

Ibu rumah tangga bukan pekerjaan yang mudah, harus menjaga anak hingga membersihkan rumah.

JawaPos.com – Tidak mudah menjalankan peran sebagai ibu rumah tangga. Karena, seorang ibu rumah tangga harus mengerjakan banyak hal dalam satu waktu.

Mulai dari bangun tidur langsung menyiapkan makanan untuk suami dan anak-anak sampai petang menjelang. Tak sedikit, ibu rumah tangga mengalami burn out atau stress. Hal itu disebabkan ibu rumah tangga merasa tidak memiliki waktu untuk dirinya sendiri.

Nah, buat para suami wajib menghindari kalimat-kalimat yang bisa membuat ibu rumah tangga sakit hati atau merasa direndahkan. Dilansir dari laman Your Tango, berikut daftar kalimat yang dapat dihindari untuk diucapkan oleh para suami atau ayah kepada ibu.

  1. Apa yang ibu lakukan sepanjang hari ini?

Ayah – papa, stop menormalisasi mengatakan kalimat tersebut, ya. Karena sebagai seorang ibu rumah tangga bukan sekadar menjaga anak.

Banyak hal yang harus dikerjakan ibu rumah tangga di rumah. Mulai dari mencuci pakaian, piring kotor, membersihkan rumah, hingga memastikan buah hati tak kelaparan. Coba diganti dengan kalimat lain. Misalnya, hari ini, butuh bantuan apa yang bisa aku bantu?

  1. Enak, ibu punya banyak waktu luang di rumah

Sementara ayah atau papa bekerja tidak punya waktu luang. Kalimat tersebut seolah-olah menghakimi ibu rumah tangga yang mempunya banyak waktu luang. Bisa santai di rumah. Padahal, ibu rumah tangga bisa jadi tak memiliki banyak waktu untuk me time.

  1. Kamu tidak perlu bekerja menghadapi ketegangan di tempat kerja

Memang benar, seorang ibu rumah tak menghadapi situasi ketegangan di tempat kerja. Namun, dia harus berpikir kreatif untuk mengolah berbagai menu makanan untuk si kecil, membagi waktu antara memasak hingga membersihkan rumah.

Sementara itu, dikutip dari laman Halodoc, banyak gejala depresi pada ibu rumah tangga yang bisa terlihat. Antara lain, perasaan putus asa, kehilangan minat terhadap hal-hal yang dulu disukai, perubahan nafsu makan dan pola tidur, mudah marah atau gelisah, kelelahan, kesulitan berkonsentrasi, peningkatan keluhan fisik, serta munculnya pikiran untuk bunuh diri. (Syifa Ismalia)

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore