Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 27 Agustus 2025 | 17.02 WIB

Frasa Umum yang Merusak Banyak Pernikahan di Masa Depan Menurut Pakar Hubungan: Mengapa 'Menetap' Bisa Membawa Energi Negatif

Kesalahan Komunikasi Paling Fatal dalam Pernikahan yang Sering Dianggap Sepele ./Freepik.

JawaPos.com-Pernikahan sering disebut sebagai perjalanan panjang yang penuh tantangan. Meskipun cinta bisa menjadi fondasi yang kuat, realitas hidup sehari-hari sering kali menguji ketahanan pasangan. Permasalahan finansial, komunikasi, perbedaan visi, hingga ekspektasi yang tidak sejalan bisa membuat hubungan terguncang.

Namun, menurut sejumlah pakar hubungan, yang paling berbahaya bukanlah masalah sehari-hari itu sendiri, melainkan rasa dendam yang menumpuk akibat hal-hal kecil yang tidak terselesaikan.

Salah satu penyebab munculnya perasaan negatif ini ternyata berawal dari frasa sederhana yang kerap kita dengar dan gunakan: “menetap”.

Baca Juga: Kalem Padahal Baper, 7 Zodiak yang Main Cuek Daripada Harus Ketahuan Jatuh Cinta

Dilansir dari laman Your Tango, kata ini sekilas terdengar biasa saja, bahkan dalam konteks budaya sering diartikan sebagai pencapaian—menikah, punya rumah, dan membangun keluarga.

Tetapi, menurut pakar hubungan Case Kenny, penulis The Opposite of Settling, kata ini menyimpan energi negatif yang bisa mematikan gairah cinta dan menghancurkan pernikahan dalam jangka panjang.

Secara harfiah, menetap berarti berhenti mencari dan menerima sesuatu yang ada. Dalam konteks hubungan, menetap sering dimaknai sebagai memilih pasangan, menikah, lalu hidup bersama hingga tua.

Kedengarannya positif, bukan? Namun, jika ditelisik lebih dalam, istilah ini sering membawa makna bahwa seseorang “turun standar” atau “menerima lebih sedikit dari yang sebenarnya pantas ia dapatkan”.

Kenny menegaskan bahwa ketika seseorang merasa “menetap”, mereka cenderung:

  • Menerima hubungan bukan karena cinta yang autentik, melainkan karena tekanan sosial atau usia.

  • Merasa terkekang oleh ekspektasi masyarakat, keluarga, atau pasangan.

  • Menjalani pernikahan dengan energi rendah karena percaya inilah yang terbaik yang bisa mereka dapatkan.

  • Dengan kata lain, menetap bukan sekadar soal komitmen, tetapi bisa menjadi simbol menyerah pada potensi diri dan cinta sejati.

    Mengapa Frasa 'Menetap' Bisa Berbahaya?

    1. Membawa Energi Negatif ke Dalam Hubungan
      Kata-kata menciptakan realitas. Jika seseorang memandang pernikahan sebagai “penetapan”, secara tidak sadar mereka menanamkan perasaan bahwa hubungan adalah sesuatu yang membatasi, bukan membebaskan.

    Editor: Hanny Suwindari
    Tags
    Jawa Pos
    JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
    Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore