Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 Agustus 2025 | 20.21 WIB

5 Frasa Orang Tua yang Tanpa Sadar Memadamkan Motivasi Sang Anak, Meski Kedengarannya Positif

 

Ilustrasi, orang tua yang sedang berbicara kepada sang anak. Freepik/ user18526052.

JawaPos.com - Menjadi orang tua harus penuh kesadaran. Khususnya pada frasa atau kalimat yang diucapkan kepada anak-anak mereka.

Sadarkah bila frasa-frasa tertentu yang sering diucapkan orang tua dapat memadamkan motivasi sang anak, sehingga anak menjadi kurang berprestasi, tidak memiliki harga diri, tidak mandiri, bahkan bertindak kriminal.

Dilansir JawaPos.com dari indiatoday pada Selasa (26/8), berikut lima frasa pengasuhan yang sebenarnya memadamkan motivasi dan harga diri seorang anak. Salah satunya mungkin terdengar positif.

1. 'Mengapa Kamu Tidak Bisa Lebih Seperti Saudaramu?'

Salah satu yang merusak kepercayaan diri dan memicu rasa kesal adalah dibandingkan, meski dengan saudara kandung sendiri. Kalimat perbandingan seperti ini hanya mengirimkan pesan kepada anak bahwa mereka tidak cukup baik. Dampaknya, anak akan kehilangan motivasi atau harga dirinya.

Jadi, cobalah mulai sekarang mengganti frasa tersebut dengan 'Mari Kita kembangkan lagi kekuatanmu bersama-sama'.

2. 'Karena Aku Bilang Begitu'

Frasa ini mematikan dialog dan rasa ingin tahu, karena mengajarkan kepatuhan tanpa pemahaman. Motivasi anak untuk mengeksplor sesuatu pun menjadi hilang.

Jadi, alangkah baiknya frasa tersebut diganti dengan 'Izinkan Saya menjelaskan mengapa ini penting'. Dengan demikian, anak diajak untuk berpikir dan menilai sendiri mana yang baik dan tidak.

3. 'Kamu Sangat Pintar!'

Mungkin kedengarannya frasa ini positif. Namun, tahukah kalau sebenarnya frasa ini adalah bumerang. Anak-anak mungkin menghindari tantangan untuk melindungi label tersebut.

Mulai sekarang, cobalah ganti frasa tersebut dengan 'Ibu bangga dengan kerja kerasmu dalam hal ini'. Frasa tersebut tidak hanya sekadar pujian, namun juga bentuk penghargaan sehingga anak menjadi lebih termotivasi untuk berusaha lebih keras untuk mendapatkan apa yang diinginkannya.

4. 'Berhentilah Menangis, Ini Bukan Masalah Besar'

Janganlah sekali-kali meremehkan perasaan atau menghambat ekspresi emosi sang anak, karena perasaan atau emosi yang tidak tersampaikan secara tidak langsung menurunkan motivasi dirinya.

Cobalah ganti frasa ini dengan 'Aku lihat Kamu sedang kesal. Mau bicara?', dengan demikian anak akan merasa dihargai dengan segala emosinya dan diberi ruang untuk mencurahkan semua perasaannya. Anak pun menjadi leluasa berekspresi dan termotivasi dengan sendirinya.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore