Ilustrasi, orang tua yang sedang berbicara kepada sang anak. Freepik/ user18526052.
Sadarkah bila frasa-frasa tertentu yang sering diucapkan orang tua dapat memadamkan motivasi sang anak, sehingga anak menjadi kurang berprestasi, tidak memiliki harga diri, tidak mandiri, bahkan bertindak kriminal.
Dilansir JawaPos.com dari indiatoday pada Selasa (26/8), berikut lima frasa pengasuhan yang sebenarnya memadamkan motivasi dan harga diri seorang anak. Salah satunya mungkin terdengar positif.
Baca Juga: Jika Kamu Menggunakan 8 Frasa Ini, Kamu Punya Kepribadian Dewasa
1. 'Mengapa Kamu Tidak Bisa Lebih Seperti Saudaramu?'
Salah satu yang merusak kepercayaan diri dan memicu rasa kesal adalah dibandingkan, meski dengan saudara kandung sendiri. Kalimat perbandingan seperti ini hanya mengirimkan pesan kepada anak bahwa mereka tidak cukup baik. Dampaknya, anak akan kehilangan motivasi atau harga dirinya.
Jadi, cobalah mulai sekarang mengganti frasa tersebut dengan 'Mari Kita kembangkan lagi kekuatanmu bersama-sama'.
Baca Juga: 8 Frasa Canggung yang Kerap Dipakai Orang dengan Keahlian Sosial Rendah
2. 'Karena Aku Bilang Begitu'
Frasa ini mematikan dialog dan rasa ingin tahu, karena mengajarkan kepatuhan tanpa pemahaman. Motivasi anak untuk mengeksplor sesuatu pun menjadi hilang.
Jadi, alangkah baiknya frasa tersebut diganti dengan 'Izinkan Saya menjelaskan mengapa ini penting'. Dengan demikian, anak diajak untuk berpikir dan menilai sendiri mana yang baik dan tidak.
3. 'Kamu Sangat Pintar!'
Mungkin kedengarannya frasa ini positif. Namun, tahukah kalau sebenarnya frasa ini adalah bumerang. Anak-anak mungkin menghindari tantangan untuk melindungi label tersebut.
Mulai sekarang, cobalah ganti frasa tersebut dengan 'Ibu bangga dengan kerja kerasmu dalam hal ini'. Frasa tersebut tidak hanya sekadar pujian, namun juga bentuk penghargaan sehingga anak menjadi lebih termotivasi untuk berusaha lebih keras untuk mendapatkan apa yang diinginkannya.
4. 'Berhentilah Menangis, Ini Bukan Masalah Besar'
Janganlah sekali-kali meremehkan perasaan atau menghambat ekspresi emosi sang anak, karena perasaan atau emosi yang tidak tersampaikan secara tidak langsung menurunkan motivasi dirinya.
Cobalah ganti frasa ini dengan 'Aku lihat Kamu sedang kesal. Mau bicara?', dengan demikian anak akan merasa dihargai dengan segala emosinya dan diberi ruang untuk mencurahkan semua perasaannya. Anak pun menjadi leluasa berekspresi dan termotivasi dengan sendirinya.
5. 'Kerja Bagus!' (Setiap Saat)
Sama seperti frasa nomor tiga, mungkin terdengar positif, namun kenyataannya berbahaya. Anak akan terus-menerus mencari pengakuan berkat pujian yang

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
