Ilustrasi toxic relationship (Pexels/VeraArsic)
JawaPos.com - Toxic relationship membuat energi seseorang terkuras. Kurangnya kesadaran menjadi penyebab seseorang tetap bertahan pada hubungan yang tidak sehat.
Karakteristiknya cukup beragam, mulai dari sering memaksa, penyelesaian masalah yang buruk, terbiasa berbohong, terlalu curiga, hingga menyepelekan pasangan.
Kecenderungan mewajarkan perilaku buruk dari orang lain membuat seseorang menganggap hubungan tersebut tidak ada masalah. Itulah sebabnya, orang dalam toxic relationship sulit melepaskan diri. Hubungan yang tidak sehat ini juga dapat memicu risiko masalah kesehatan mental.
Seperti dirangkum dari laman psikologi.ugm.ac.id dan unair.ac.id pada Kamis (23/8), berikut adalah tiga cara keluar dari hubungan yang tidak sehat menurut para pakar psikolog.
1. Memiliki Keberanian untuk Keluar dari Hubungan Beracun
Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah mempunyai keberanian untuk menyelesaikan hubungan. Toxic relationship membuat seseorang lemah secara emosional, sehingga perubahan harus dimulai dari diri sendiri. Hilangkan keraguan, meskipun proses pemulihan setelah perpisahan akan menjadi masa yang menyedihkan.
Tidak mengherankan banyak orang tetap bertahan dengan hubungan beracun. Kamu bisa memulai dengan memikirkan apa pengaruh positif dan negatif yang akan terjadi jika kamu bertahan.
2. Cari Dukungan Sosial
Dukungan sosial dari orang terdekat sangat penting, bisa berasal dari keluarga, teman, bahkan fasilitas kesehatan yang bisa dijangkau. Cari dukungan di sekelilingmu agar bisa membawa kamu keluar dari hubungan tidak sehat. Tahapan ini akan membuat kamu menjadi lebih percaya diri atas keputusan yang diambil.
3. Refleksi Diri
Kamu perlu refleksi diri untuk memahami bahwa melalui tahapan itu tidak mudah. Hal ini penting agar bisa menilai kualitas hubungan. Jadikan sebagai pelajaran untuk hubungan yang akan datang, terutama ketika melalui fase move on.
Pada tahap refleksi diri, lakukan hal yang kamu suka, misalnya dengan berolahraga. Sembuhkan diri supaya tidak menjadi pelaku di kemudian hari. Memaafkan dan menjaga jarak dari mereka yang toxic juga menjadi bagian dari tahap ini.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
