
ilustrasi pasangan yang bertengkar. Sumber foto: Freepik
JawaPos.com - Hubungan asmara seharusnya menjadi tempat untuk saling mendukung, memberikan rasa aman, dan tumbuh bersama. Namun, tidak semua hubungan berjalan sesuai harapan. Setelah masa-masa indah di awal hubungan berlalu, sebagian pasangan mulai menghadapi konflik yang semakin sering hingga berubah menjadi hubungan yang tidak sehat atau toxic relationship.
Tanpa disadari, banyak orang tetap bertahan dalam hubungan seperti ini karena menganggap pertengkaran atau sikap buruk pasangan sebagai hal yang biasa. Padahal, hubungan yang sehat dibangun di atas rasa saling menghormati, kepercayaan, dan dukungan satu sama lain. Ketika ketiga hal tersebut mulai hilang, itu bisa menjadi tanda bahwa hubungan sedang berada dalam kondisi yang tidak baik.
Dilansir dari English Jagran, berikut tiga tanda yang menunjukkan seseorang mungkin sedang berada dalam hubungan yang beracun beserta langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasinya.
Baca Juga:8 Alasan Mengapa Sebagian Orang Terjebak Mengulangi Pola Hubungan yang Toxic Menurut Psikologi
Cara pasangan berkomunikasi menjadi salah satu indikator utama kualitas hubungan. Jika pasangan sering mengabaikan pendapat Anda, membentak, berbicara dengan nada kasar, atau memperlihatkan sikap tidak menghormati, kondisi tersebut patut menjadi perhatian. Bila terus dibiarkan, pola komunikasi seperti ini dapat berkembang menjadi hubungan yang semakin tidak sehat. Karena itu, penting untuk mendengarkan intuisi dan menilai kembali apakah hubungan tersebut masih layak dipertahankan.
Dalam hubungan yang sehat, pasangan semestinya saling memberikan semangat, baik dalam urusan pekerjaan, keluarga, maupun kehidupan pribadi. Sebaliknya, jika pasangan justru tidak mendukung langkah Anda, sering meremehkan usaha yang dilakukan, atau mudah memicu pertengkaran karena persoalan kecil, hal tersebut bisa menjadi sinyal bahwa hubungan sedang berada di ambang masalah yang lebih serius.
Perbedaan pendapat memang merupakan hal yang wajar. Namun, apabila konflik hampir selalu terjadi, disertai teriakan, saling menyalahkan, bahkan berlangsung di hadapan banyak orang tanpa alasan yang jelas, itu menunjukkan adanya persoalan mendasar dalam hubungan. Situasi seperti ini dapat berdampak buruk terhadap kesehatan emosional sehingga penting untuk mulai memprioritaskan kebahagiaan dan ketenangan diri.
Mengakhiri atau memperbaiki hubungan yang tidak sehat memang bukan perkara mudah. Meski demikian, ada beberapa langkah yang dapat dipertimbangkan.
Pertama, jangan biarkan tekanan sosial atau rasa takut terhadap penilaian orang lain membuat Anda bertahan dalam hubungan yang menyakitkan. Keputusan terbaik adalah yang mampu menjaga kesehatan mental dan kualitas hidup Anda.
Kedua, cobalah membangun komunikasi yang jujur dan terbuka dengan pasangan. Ungkapkan apa yang dirasakan dan cari solusi bersama. Jika upaya tersebut tidak membuahkan hasil, mintalah pendapat dari teman atau anggota keluarga yang dapat dipercaya agar memperoleh sudut pandang yang lebih objektif.
Terakhir, apabila kedua belah pihak masih memiliki komitmen untuk mempertahankan hubungan, mengikuti konseling atau terapi pasangan dapat menjadi pilihan. Dengan bantuan tenaga profesional, pasangan dapat mempelajari pola komunikasi yang lebih sehat sekaligus mencari jalan keluar dari konflik yang selama ini terjadi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022