
Ilustrasi seorang pria dan wanita sedang berbicara, namun wajah pria menunjukkan ekspresi yang mengabaikan, sementara wanita terlihat bingung dan terabaikan. (Freepik)
JawaPos.com - Terkadang kita mengucapkan kalimat yang niatnya baik, namun tanpa disadari terdengar sangat berpusat pada diri sendiri.
Ungkapan-ungkapan ini sering kali mengalihkan fokus percakapan dari orang lain kepada diri kita sendiri. Itu bisa terjadi tanpa kita sadari.
Melansir dari Geediting.com Minggu (24/8), mengenali frasa-frasa ini adalah langkah penting menuju komunikasi yang lebih baik. Memahami mengapa ungkapan tersebut terdengar egois membantu kita menjadi pendengar dan teman yang lebih baik. Mari kita kenali ketujuh ungkapan tersebut.
1. "Aku hanya jujur saja"
Ungkapan ini sering menjadi pembuka atau penutup dari pernyataan yang kasar atau sangat kritis. Meskipun kejujuran adalah hal baik, frasa ini sering dipakai sebagai alasan untuk menyakiti. Ini adalah cara seseorang untuk menghindari tanggung jawab atas dampak perkataannya.
2. "Bukan maksud pamer, tapi..."
Frasa ini biasanya digunakan untuk berbagi kabar baik atau pencapaian pribadi. Ironisnya, alih-alih merendah, justru terdengar seolah ingin memamerkan sesuatu. Ini mengalihkan fokus dari percakapan dan kembali ke diri sendiri.
3. "Aku tahu perasaanmu"
Satu di antara ungkapan yang paling sering digunakan untuk menunjukkan empati palsu. Meskipun terlihat ekspresif, frasa ini mengasumsikan kita memahami sepenuhnya pengalaman orang lain. Padahal, setiap pengalaman emosional itu sangat unik dan tidak bisa dibandingkan begitu saja.
4. "Bukan bermaksud kasar, tapi..."
Kalimat ini sering diucapkan sebelum seseorang melontarkan komentar yang kasar. Meskipun tujuannya mungkin untuk melunakkan pukulan, itu tetap terdengar tidak tulus. Ini adalah upaya untuk melepaskan diri dari konsekuensi ucapan yang menyakitkan.
5. "Setidaknya aku..."
Frasa ini sering digunakan untuk membandingkan diri dengan orang lain secara tersirat. Ini meremehkan masalah atau pencapaian seseorang, dengan menganggap pengalaman diri lebih baik. Hal ini menunjukkan kurangnya empati dan fokus pada diri sendiri.
6. "Jangan tersinggung, tapi..."
Mirip dengan "bukan bermaksud kasar", frasa ini adalah sinyal bahwa Anda akan mengatakan sesuatu yang tidak peka. Menggunakannya tidak akan membuat ucapan Anda lebih baik. Ungkapan ini juga tidak memvalidasi perasaan orang lain.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
