
Ilustrasi wanita yang pusing kehilangan fokus (Dok. Freepik)
JawaPos.com – Kamu pernah merasa makin susah fokus baca artikel panjang setelah scrolling TikTok atau Instagram berjam-jam? Kamu tidak sendirian.
Banyak dari kita merasakan bahwa attention span atau kemampuan fokus dalam jangka waktu lama semakin melorot.
Tapi, apakah itu cuma perasaan, atau ada bukti ilmiahnya? Artikel ini mengulas fakta terbaru tentang bagaimana screen time yang tinggi berdampak nyata terhadap fokus otak kita.
Screen Time Meningkat Karena Otak Terstimulasi Terlalu Berlebihan
Menurut laman Atrius Health, aplikasi media sosial memang dirancang agar kita terus kembali dengan desain yang memicu ketagihan.
Penggunaan media sosial yang berlebihan dapat memperpendek rentang perhatian, meniru kondisi seperti ADHD, dan menyulitkan remaja untuk fokus pada tugas yang memerlukan konsentrasi tinggi.
Artinya, bukan cuma pengguna muda, tapi otak kita terbiasa dengan konten cepat dan serba instan. Padahal tugas serius butuh ketenangan dan durasi yang lebih panjang.
Popcorn Brain atau Pikiran seperti Meletup-letup
Istilah popcorn brain dipopulerkan untuk menggambarkan kondisi mental saat pikiran terus meloncat-loncat, seperti popcorn yang meletup-letup.
Dilansir dari PopSugar, fenomena ini terjadi akibat overstimulasi dari layar dan notifikasi, sehingga membuat pikiran fragmen atau sulit fokus pada satu hal dalam satu waktu.
Gejalanya? Sulit menyelesaikan tugas, mental terasa penuh, bahkan sulit mengatur emosi.
Laman The Standard menggambarkan pengalaman harian siswa yang merasa lebih sulit memproses teks panjang atau kuliah, karena otak terbiasa dengan konten singkat yang mudah diganti saat bosan.
Data Pew Research bahkan menunjukkan 31% remaja mengaku kehilangan fokus karena ponsel dan ada yang membandingkan perhatian kita kini lebih pendek dibanding ikan mas! Ini bukan hiperbola, melainkan realita yang dialami banyak pelajar.
Setiap Tambahan Waktu Layar Akan Membuat Otak Lebih Lambat
Riset terkini yang dilansir Times of India, mengungkap bahwa semakin lama remaja usia 18–25 tahun menggunakan layar dan multitasking digital, semakin lambat respons mereka dan akurasi fokus menurun.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
