
Ilustrasi perbedaan moisturizing dan hydrating sesuai jenis kulit (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Sering kesulitan saat memilih produk perawatan kulit karena istilah moisturizing dan hydrating terdengar mirip? Padahal, keduanya bekerja dengan cara yang berbeda untuk kulit.
Hydrating berfungsi menyerap air dari udara atau kulit untuk menjaga kelembapan dari dalam, sedangkan moisturizing berfokus pada membuat lapisan pelindung yang mengunci kelembapan agar kulit tetap lembut.
Memahami perbedaan keduanya penting agar kamu dapat memilih produk yang tepat untuk membuat kulit sehat, lembap, dan glowing.
Hydrator vs. Moisturizer: Apa Bedanya?
Dilansir dari Healthline, secara ilmiah moisturizer adalah istilah umum untuk berbagai jenis pelembap, seperti emolien (lemak dan minyak), skualena (minyak), humektan, dan occlusive.
Namun, dalam dunia pemasaran, istilah ini telah mengalami pergeseran. "Hydrator dan moisturizer adalah istilah pemasaran dan dapat didefinisikan oleh merek sesuai keinginan mereka," ujar Perry Romanowski, seorang ahli kimia kosmetik dan salah satu pendiri The Beauty Brains.
Meskipun tidak ada standar baku yang mendefinisikan hydrator dan moisturizer, sebagian besar merek menggunakan istilah ini untuk membedakan bagaimana kulit mendapatkan kelembapan yang dibutuhkan.
"Moisturizers adalah bahan berbasis minyak, termasuk agen oklusif seperti petrolatum atau minyak mineral, dan emolien seperti ester dan minyak nabati," ucap Romanowski. "Mereka bekerja dengan membentuk lapisan di permukaan kulit yang mencegah air keluar. Selain itu, mereka membuat kulit terasa lebih halus dan tidak terlalu kering."
Sementara itu, hydrator adalah bahan yang disebut humektan, seperti gliserol, yang menyerap air dari atmosfer atau kulitmu dan menahannya di dalam kulit.
Penting untuk memahami bahwa keduanya bekerja dengan cara yang sangat berbeda karena pilihan produkmu bisa menentukan kesehatan kulit. Tujuan akhirnya mungkin sama—kulit yang lebih terhidrasi—tetapi strateginya tergantung pada tipe kulitmu.
Berdasarkan fungsinya, produk hydrating dan moisturizing dibedakan menjadi tiga, menurut Halodoc.com:
1. Produk Hydrating untuk Kulit Dehidrasi
Kulit kering membutuhkan produk hidrasi yang tinggi. Mengandung humektan, seperti gliserin dan asam hialuronat, produk ini meningkatkan hidrasi kulit dengan menyerap air ke dalamnya.
Sangat penting untuk memeriksa kondisi kulitmu. Kulit kusam, tidak bercahaya, serta garis-garis halus dan kerutan yang semakin terlihat dapat disebabkan oleh kekurangan hidrasi. Dehidrasi terjadi ketika sel-sel kulit kering dan kekurangan air, membuat kulit tampak mengerut.
2. Produk Moisturizing untuk Mengatasi Kulit Kering
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Slovan Bratislava vs Celje di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Hapoel Beer Sheva vs Sabah FK di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
Prediksi Skor Vietnam vs Malaysia Leg 2 Semifinal AFF 2026: The Golden Star Warriors Menuju Final!
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Alaves: Momentum Tuan Rumah Bangkit!
Profil Putri Juficha, Miss Earth Indonesia 2025 yang Meninggal di Usia Muda
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Malaga: Los Rojiblancos Menang Tipis?
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
Prediksi Skor Celtic vs LASK Linz di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Potensi The Hoops Menang!
Ada Andik Vermansah Hingga Leo Lelis, 6 Mantan Pemain Persebaya Memperkuat Tim Promosi
