Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 Agustus 2025 | 18.11 WIB

8 Tips Ampuh Menangani Kritik Tanpa Bersikap Defensif, Bagaimana?

tips ampuh menangani kritik tanpa bersikap defensif. (Freepik/ freepik) - Image

tips ampuh menangani kritik tanpa bersikap defensif. (Freepik/ freepik)

JawaPos.com – Tips ampuh menangani kritik tanpa bersikap defensif menjadi keterampilan penting yang dapat membangun citra positif dan hubungan yang sehat.

Dalam konteks ini, defensif adalah sikap yang cenderung menolak, membantah, atau merasa terancam ketika menerima masukan.

Menguasai seni menerima kritik dengan bijak tidak hanya membantu menangani situasi sulit, tetapi juga membuka peluang untuk belajar dan berkembang.

Oleh karena itu, memahami tips yang tepat dalam menghadapi kritik dapat menjadi langkah awal untuk mengelola emosi dan menjaga komunikasi tetap konstruktif.

Dilansir dari geediting.com pada Kamis (14/8), bahwa ada delapan tips ampuh menangani kritik tanpa bersikap defensif.

  1. Menerima masukan dengan terbuka

Masukan yang menyakitkan sebenarnya dapat menjadi alat yang berharga untuk pertumbuhan diri.

Seperti cermin yang memantulkan kekurangan kita, masukan negatif sering kali menunjukkan area yang mungkin tidak kita sadari sebelumnya.

Orang dengan kecerdasan emosional tinggi memahami konsep ini dengan baik dan tidak menghindar dari komentar yang tidak menyenangkan.

Mereka justru merangkul masukan tersebut dan melihatnya sebagai peluang untuk memperbaiki diri.

Ketika seseorang memberikan komentar yang tidak menyenangkan, alih-alih mundur atau membalas, mereka mengambil napas dalam-dalam dan mendengarkan dengan saksama.

  1. Tidak menganggap sebagai serangan pribadi

Salah satu pembelajaran terpenting adalah memisahkan masukan tentang pekerjaan atau perilaku dari identitas diri sebagai individu.

Ketika seseorang menunjukkan kelemahan dalam karya atau tindakan kita, hal tersebut bukanlah refleksi dari nilai diri kita secara keseluruhan.

Orang yang cerdas secara emosional mampu membuat distinsi yang jelas antara penilaian terhadap hasil kerja dengan penilaian terhadap kepribadian mereka.

Mereka memahami bahwa masukan yang diberikan umumnya bertujuan untuk meningkatkan kualitas pekerjaan, bukan untuk merendahkan kemampuan atau nilai mereka sebagai manusia.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore