Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 3 Agustus 2025 | 20.08 WIB

7 Kesalahan dalam Menanam Tomat yang Harus Dihindari Menurut Tukang Kebun Berpengalaman

Ilustrasi merawat tomat (Dok. Freepik)

JawaPos.com  Hasil panen tomat yang buruk kerap disebabkan oleh kesalahan sederhana saat proses menanam berlangsung. Memahami hal ini sangat penting untuk mendukung pertumbuhan tanaman yang sehat dan produktif.

Tomat adalah tanaman buah yang membutuhkan kondisi ideal untuk tumbuh dan berbuah dengan optimal.

Menurut Tammy Sons, pendiri TN Nursery dan lulusan hortikultura dari Tennessee State University, jarak tanam yang sempit menjadi kesalahan paling sering ditemukan pada petani pemula.

Menghindari kesalahan umum dapat membantu meningkatkan hasil panen dan mencegah kerusakan pada tanaman tomat.

Berikut 7 kesalahan dalam menanam tomat yang harus dihindari menurut tukang kebun berpengalaman dilansir dari laman The Spruce, Minggu (3/8):

Baca Juga: 7 Kesalahan Mengepel Lantai yang Bikin Tetap Kotor dan Cara Memperbaikinya

1. Tanam Terlalu Rapat

Tanaman tomat butuh ruang untuk tumbuh dan bernapas. Jarak tanam yang sempit memicu sirkulasi udara buruk dan kelembaban tinggi. Hal ini membuka peluang munculnya penyakit jamur seperti hawar daun dan embun tepung.

Setiap tanaman tomat sebaiknya diberi jarak minimal 60–90 cm. Semakin lebar jaraknya, semakin baik sinar matahari dan sirkulasi udara yang diterima.

2. Gunakan Pot Terlalu Kecil

Wadah sempit menghambat pertumbuhan akar tomat. Ukuran pot yang ideal minimal 45 liter atau setara 11,9 galon. Jika terlalu kecil, tanaman tidak mendapat cukup nutrisi dan air.

Sam Tall dari City Farmers Nursery menyebut pot kecil sebagai penyebab umum gagal panen. Pastikan pot memiliki lubang drainase yang baik dan cukup dalam untuk menopang akar.

3. Terlalu Sering atau Jarang Memangkas

Pemangkasan penting untuk menjaga sirkulasi udara dan mengarahkan energi ke pertumbuhan buah. Pemangkasan dilakukan dengan menghilangkan daun bawah dan tunas samping (sucker).

Tammy Sons merekomendasikan pemangkasan untuk jenis tomat pusaka dan tomat ceri. Hindari pemangkasan berlebihan karena dapat mengurangi produksi buah, terutama pada tomat plum.

4. Kelebihan Nitrogen

Nitrogen berlebih merangsang pertumbuhan daun, bukan buah. Steve MacLean dari The Farm di Glenwood Mountain menjelaskan bahwa terlalu banyak nitrogen saat masa berbunga bisa menurunkan hasil panen.

Gunakan pupuk seimbang, terutama pada fase generatif. Idealnya, nitrogen diberikan dalam jumlah kecil saat awal tanam untuk membentuk akar yang kuat.

5. Tanam di Lokasi Kurang Cahaya

Tomat membutuhkan sinar matahari penuh minimal 6–8 jam per hari. Lokasi teduh akan menghasilkan tanaman yang tinggi tetapi lemah dan buah yang sedikit.

Pastikan lokasi penanaman tidak tertutup bayangan sepanjang hari. Sinar matahari langsung sangat penting untuk proses fotosintesis dan pematangan buah.

6. Salah Waktu Penyiraman

Waktu penyiraman terbaik adalah pagi hari agar tanah tetap lembab dan tidak tergenang. Penyiraman pada malam hari meningkatkan risiko penyakit jamur.

Gunakan metode soak and dry, yaitu menyiram hingga tanah basah dan membiarkannya mengering sebagian sebelum disiram kembali. Hindari menyiram daun karena dapat memicu penyakit daun dan busuk batang.

7. Tidak Memberi Penyangga


Tanaman tomat rentan roboh jika tidak diberi penyangga. Penyangga membantu menopang batang dan menjaga buah tidak menyentuh tanah.

Gunakan tomato cage, tongkat bambu, atau jaring rambat sejak awal penanaman. Penyangga juga memudahkan sirkulasi udara dan pemanenan.

Merawat tomat dengan benar sejak awal dapat meningkatkan produktivitas dan menghindari berbagai masalah saat panen.
 
Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore