Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 2 Agustus 2025 | 18.36 WIB

7 Kesalahan Mengepel Lantai yang Bikin Tetap Kotor dan Cara Memperbaikinya

Ilustrasi mengepel lantai (Dok. Freepik)

JawaPos.com – Lantai yang sudah dipel tetap terasa lengket dan kotor bisa disebabkan oleh kesalahan kecil saat proses pembersihan.

Mengepel lantai adalah proses membersihkan permukaan lantai menggunakan alat pel dan cairan pembersih untuk mengangkat debu, kotoran, dan noda.

Menurut Rhonda Wilson, pembersih utama dari Fresh Space Cleaning, sisa pembersih bisa membuat lantai terasa lengket dan menarik debu kembali.

Memahami teknik mengepel yang benar dapat menjaga kebersihan rumah dan mencegah lantai terlihat kusam.

Berikut 7 kesalahan mengepel lantai yang bikin tetap kotor dan cara memperbaikinya dilansir dari laman The Spruce, Sabtu (2/8):

1. Tidak Menyapu Terlebih Dahulu

Mengepel tanpa menyapu terlebih dahulu akan membuat debu dan remah hanya tersebar. Rhonda Wilson menyarankan untuk menyapu atau menggunakan penyedot debu sebelum mulai mengepel.

Debu, rambut, atau bulu hewan tidak akan larut dengan air pel. Langkah ini membantu pel bekerja lebih efektif dan mencegah hasil lantai terlihat kusam.
 
2. Terlalu Banyak Menggunakan Pembersih
 
Terlalu banyak pembersih justru membuat lantai terasa lengket. Rosa Picosa dari tim kebersihan Fabuloso menyarankan penggunaan hanya 1/8 cangkir pembersih kuat dalam satu ember air.
 
Jumlah yang berlebihan akan meninggalkan residu lengket seperti lapisan sirup. Gunakan secukupnya agar lantai tetap bersih tanpa efek lengket.

3. Air Pel Tidak Diganti


Air pel yang kotor hanya akan menyebarkan kotoran. Ganti air secara berkala, terutama jika air sudah terlihat keruh.

Kotoran yang terbawa dari ruangan sebelumnya bisa kembali menempel jika tidak diganti. Gunakan ember cadangan untuk mempercepat proses penggantian air.

4. Mengepel Sekaligus Tanpa Pembagian Area


Mengepel seluruh lantai sekaligus dapat membuat kotoran tersebar kembali. Bagi ruangan menjadi beberapa bagian kecil agar proses pembersihan lebih fokus.

Membersihkan per bagian juga membuat lantai tidak cepat kering saat masih kotor. Gunakan metode blok kecil untuk hasil lebih bersih dan efisien.

5. Tidak Membiarkan Lantai Kering Sendiri


Langkah akhir yang sering diabaikan adalah membiarkan lantai mengering alami. Wilson menyarankan untuk memberi waktu beberapa menit agar lantai benar-benar kering.

Gunakan kipas angin atau buka jendela untuk mempercepat pengeringan. Menginjak lantai sebelum kering akan membuat jejak kaki tertinggal.

6. Teknik Mengepel yang Kurang Efektif

Mengepel dengan gerakan lurus cenderung tidak menjangkau sudut ruangan. Gunakan gerakan angka 8 untuk menjangkau area lebih luas dan sudut sulit.

Teknik ini juga lebih hemat tenaga dan mencegah pel cepat rusak. Rhonda Wilson menyebut metode ini sebagai cara paling efisien dalam rutinitas harian.

7. Menggunakan Pel Uap pada Lantai Salah

Pel uap hanya cocok untuk lantai ubin. Menurut Miguel Harris dari Floor Coverings International, suhu tinggi dari pel uap bisa merusak lantai kayu atau laminasi.

Gunakan pel biasa atau pel microfiber untuk lantai non-ubin. Perhatikan jenis permukaan sebelum memilih alat pembersih.

Mengepel dengan teknik yang tepat dapat membuat lantai lebih bersih, tidak lengket, dan tahan lama.
 
Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore