Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 1 Agustus 2025 | 18.44 WIB

5 Kesalahan Dekorasi Rumah yang Membuat Ruangan Terasa Lebih Panas saat Musim Panas 2025

Ilustrasi dekorasi rumah (Dok. Freepik) - Image

Ilustrasi dekorasi rumah (Dok. Freepik)

JawaPos.com  Beberapa elemen dekorasi bisa menyebabkan rumah terasa lebih panas saat musim panas dan mengurangi kenyamanan harian.

Dekorasi rumah merujuk pada proses penataan elemen interior untuk menciptakan suasana visual dan fungsional tertentu.

Menurut Dallen Russell, konsultan renovasi dari InSite Builders & Remodeling, penggunaan bahan dan warna tertentu dapat menyerap panas dan menghambat sirkulasi udara secara alami.

Memahami kesalahan dekorasi membantu menciptakan suasana rumah yang lebih sejuk tanpa perlu mengandalkan pendingin buatan secara berlebihan.

Berikut 5 kesalahan dekorasi rumah yang membuat ruangan terasa lebih panas saat musim panas 2025 dilansir dari laman The Spruce, Jumat (1/8):

Baca Juga: 7 Cara Cerdas Pakai Alkohol Gosok untuk Rumah Bersih dan Higienis

1. Menggunakan Kain Tebal dan Berat


Kain tebal seperti beludru dan wol menyimpan panas dan menghambat aliran udara. Bahan tersebut menyerap sinar matahari dan meningkatkan suhu di dalam ruangan, terutama jika terpapar cahaya alami.

Kain sintetis juga menahan panas tubuh, membuat permukaan seperti sofa atau tempat duduk terasa lengket. Pilih linen atau katun ringan sebagai alternatif yang membantu sirkulasi udara tetap lancar.

2. Memilih Gorden yang Kurang Sesuai

Gorden berbahan tebal bisa membuat ruangan terasa pengap. Bahan berat cenderung menyerap panas matahari dan menghalangi sirkulasi udara dari jendela.

Gunakan gorden berbahan tipis seperti linen saat musim panas agar ruangan tetap terang dan sejuk. Simpan gorden tebal di tempat penyimpanan khusus selama musim panas agar tidak menambah beban visual maupun suhu ruangan.

3. Mengecat Dinding dengan Warna Gelap

Warna gelap seperti abu-abu tua menyerap lebih banyak panas daripada warna terang. Hal ini menyebabkan suhu ruangan meningkat, terutama saat terkena sinar matahari langsung.

Cat warna gelap menciptakan nuansa romantis namun terasa menekan saat cuaca panas. Gunakan warna terang seperti krem atau putih untuk pantulan cahaya yang optimal dan sensasi ruang lebih luas.

4. Menumpuk Terlalu Banyak Tekstil

Lapisan selimut, karpet, dan bantal bisa menahan panas berlebih. Dekorasi berlapis ini mengganggu sirkulasi udara dan membuat ruangan terasa lembab.

Jauhkan benda tekstil berat dari ventilasi atau jendela agar aliran udara tetap lancar. Selama bulan panas, lepaskan karpet atau simpan bantal berlapis agar ruangan lebih segar.

5. Meletakkan Cermin Berlebihan

Cermin memantulkan cahaya, dan bisa menyebabkan pantulan panas berlebih di siang hari. Jika diletakkan di lokasi yang terkena sinar matahari langsung, panas bisa terpantul ke seluruh ruangan.

Pantulan ini bukan hanya membuat ruangan lebih hangat, tetapi juga berisiko meningkatkan suhu secara signifikan. Letakkan cermin di tempat yang tidak langsung terkena cahaya atau dibatasi penggunaannya saat musim panas.

Penataan elemen dekorasi secara tepat membantu menciptakan ruangan yang lebih nyaman dan sejuk di musim panas.
 
Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore