Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 21 Januari 2026 | 17.49 WIB

Anda Tidak Pernah Mendekorasi Rumah untuk Hari Raya atau Hari Besar? Menurut Psikologi, 9 Nilai Kehidupan Ini Anda Miliki

Ilustrasi, seseorang yang tidak pernah mendekorasi rumah untuk hari raya. Freepik/ stockking.


JawaPos.com - Menjelang hari raya, apa pun itu, sebagian besar orang sibuk untuk mendekorasi rumah mereka.

 
Namun, ada diantara mereka yang tidak memperdulikannya, mungkin termasuk Anda.

Maka, menurut psikologi, Anda yang tidak pernah mendekorasi rumah saat hari raya memiliki Sembilan nilai kehidupan ini, seperti dilansir JawaPos.com dari geediting pada Rabu (21/1).
 
Baca Juga: Orang yang Meletakkan Ponselnya Menghadap ke Bawah Saat Makan Menunjukkan 7 Ciri Kepribadian Ini Menurut Psikologi

1. Otonomi Keuangan


Anda menghargai kemandirian dan keamanan finansial. Bukan berarti pelit atau terlampau hemat, hanya saja Anda sengaja mengatur kemana aliran uang Anda dan memilih untuk ketenangan finansial daripada tekanan musiman.

Sebuah penelitian tentang otonomi keuangan mengungkapkan, ketika seseorang mengendalikan pilihan keuangan, maka mereka mengalami kesejahteraan dan kepuasan hidup yang lebih besar.

Ini selaras dengan apa yang disebut oleh psikolog sebagai motivasi otonom terkait perilaku keuangan yang lebih baik dan kesejahteraan secara keseluruhan.

Bagi Anda, dana yang dihabiskan untuk barang-barang dekorasi terasa lebih baik dihabiskan untuk hal lain, misalnya untuk pengalaman Bersama keluarga, sumbangan untuk tujuan yang Anda pedulikan, atau sekadar disimpan untuk kebutuhan yang benar-benar diperlukan.
 
Baca Juga: Orang yang Mampu Memisahkan Masalah Pribadi dari Pekerjaan Biasanya Memiliki 9 Kekuatan Langka Ini Menurut Psikologi

2. Keaslian Di Atas Kesesuaian

Anda lebih menghargai keaslian daripada menyesuaikan diri dengan harapan sosial. Maksudnya keaslian disini adalah jujur pada diri sendiri, meski harus bertentangan dengan arus.

Berdasarkan penelitian, orang yang otentik adalah orang yang bertindak sesuai dengan nilai dan keyakinan pribadi daripada mematuhi norma sosial.

Keaslian seperti ini berhubungan dengan Harga diri yang lebih tinggi, kesejahteraan psikologis yang lebih baik, bahkan bertindak sebagai penahan terhadap penolakan sosial.

Bagi Anda, tidak mendekorasi rumah saat hari raya bukan berarti menolak kegembiraan atau kebersamaan, melainkan menolak melakukan ritual yang tidak sesuai dengan jati diri Anda yang sebenarnya. Anda lebih memilih hidup jujur daripada mendekorasi dengan tidak jujur.

3. Kepuasan dengan Kesederhanaan


Anda menemukan kepuasan sejati dalam kesederhanaan dan ruang yang tidak berhias. Anda menemukan bahwa kepuasan tidak membutuhkan stimulasi terus-menerus atau kelimpahan visual.

Maksudnya, Anda menemukan keindahan dalam apa yang sudah ada daripada menambahkan lapisan ornament sementara. Sebuah studi mengungkapkan, hal demikian adalah emosi yang muncul ketika orang menganggap situasinya saat ini sudah lengkap dan cukup.

Tidak seperti kebahagiaan yang bersifat sementara, kepuasan mewakili rasa keutuhan dan penerimaan yang lebih dalam.

4. Kesadaran Lingkungan

Faktanya, dekorasi hari raya menciptakan sampah yang cukup banyak. Jadi, Anda yang tidak mendekorasi rumah saat hari raya memahami nilai-nilai lingkungan ini.

Anda melihat siklus membeli, menyimpan, dan membuang barang-barang dekorasi sebagai konsumsi yang tidak perlu. Penelitian tentang minimalisme dan kesejahteraan mengungkapkan, hidup dengan lebih sedikit barang akan memberikan emosi positif, rasa kompetensi, dan kesadaran yang lebih besar.

Ini juga berlaku untuk dampak lingkungan. Anda lebih memilih mengurangi jejak karbon daripada menambah aliran sampah musiman.

5. Waktu sebagai Sumber Daya yang Paling Berharga

Anda menganggap Waktu lebih berharga daripada pajangan materi apa pun. Kemungkinan besar Anda telah menghitung jam yang dibutuhkan untuk membeli, mengatur, memelihara, hingga menyimpan dekorasi, dan Anda memutuskan jam-jam tersebut lebih baik digunakan untuk hal-hal lain yang lebih bermakna.

Menurut penelitian tentang kesejahteraan mengungkapkan, pengalaman dan hubungan lebih berkontribusi pada kebahagiaan jangka panjang daripada harta benda.

Anda menyadari kalau hadiah terbaik yang dapat Anda berikan adalah kehadiran, bukan hadiah atau dekorasi.

6. Prioritas Pengurangan Stres


Sebuah studi menunjukkan, kekacauan visual bersaing untuk mendapatkan perhatian di otak seseorang, hingga menyulitkan mereka untuk fokus dan meningkatkan stres.

Jadi, Anda yang tidak memasang dekorasi saat hari raya sering kali dimaksudkan untuk menjaga ketenangan psikologis. Anda sadar bahwa sistem saraf Anda tidak membutuhkan lebih banyak stimulasi menjelang hari raya. Anda melindungi ruang mental sama halnya melindungi ruang fisik Anda.

Terlebih jika Anda seorang wanita, maka, rumah yang berantakan akan menunjukkan pola kortisol yang terkait dengan stres kronis dan suasana hati yang tertekan sepanjang hari.

7. Sikap Anti-Komersialisme


Anda diam-diam memiliki penolakan terhadap budaya konsumerisme. Anda melihat dekorasi hari raya sebagai bagian dari mesin komersial yang lebih besar yang mengambil keuntungan dari tradisi buatan dan kebutuhan artifisial.

Tidak mendekorasi rumah menandakan Anda sebenarnya sedang menjauh dari hiruk pikuk komersial. Anda lebih senang merayakan dengan cara yang tidak membutuhkan daya beli.

8. Batasan Pribadi

Batasan bukanlah tembok, melainkan jembatan menuju hubungan yang lebih baik. Tapi, Anda harus tahu dimana batasan Anda berada.

Batasan pribadi yang kuat sering kali ditunjukkan oleh Anda yang tidak mendekorasi rumah saat hari raya. Anda nyaman mengatakan tidak pada harapan sosial dan tekanan keluarga tanpa rasa bersalah atau penjelasan yang panjang lebar.

Penelitian psikologis terkait otentisitas mengungkapkan bahwa perilaku otentik berarti bertindak sesuai dengan nilai-nilai Anda sendiri daripada sekadar menyenangkan orang lain atau menyesuaikan diri dengan harapan.

Ini membutuhkan batasan yang tegas, namun sehat. Anda telah belajar bahwa Anda dapat bersikap baik, berjiwa sosial, dan tetap memilih tidak mengikuti tradisi yang tidak bermanfaat untuk Anda.

Anda tidak perlu semua orang memahami Anda. Persetujuan Anda sudah cukup dengan mengikuti kompas internal Anda. Ini adalah suatu bentuk kepercayaan diri yang tenang yang berasal dari mengenal diri sendiri dengan lebih baik.

9. Fokus pada Pengalaman daripada Tampilan

Anda memprioritaskan pengalaman otentik daripada tampilan visual. Anda paham betul bahwa kenangan dibangun melalui momen Bersama, bukan sekadar estetika yang dibeli.

Sebuah studi secara konsisten menunjukkan, pengalaman lebih berkontribusi pada kesejahteraan jangka panjang daripada harta benda. Penelitian psikologis juga mengungkapkan bahwa pergeseran dari mengumpulkan barang ke menghargai pengalaman lebih menciptakan kepuasan abadi.

Anda berinvestasi dalam koneksi, bukan dekorasi. Anda tahu bahwa kehangatan hubungan tidak dapat dibeli di toko dekorasi.***

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore