Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 31 Juli 2025 | 02.00 WIB

7 Frasa Masa Kecil Ini Pengaruhi Sulitnya Menerima Pujian Tanpa Mengelak

Ilustrasi seorang yang tampak merenung, melambangkan pengaruh kata-kata masa lalu terhadap pandangan diri. (Freepik) - Image

Ilustrasi seorang yang tampak merenung, melambangkan pengaruh kata-kata masa lalu terhadap pandangan diri. (Freepik)

JawaPos.com - Menerima pujian dengan mudah kadang terasa sulit bagi sebagian orang. Alih-alih berkata terima kasih, mereka justru sering mengelak atau meremehkan diri sendiri. Ini mungkin bukan karena kerendahan hati semata.

Perilaku ini seringkali berakar dari pengalaman masa kecil. Melansir dari Geediting.com Rabu (30/7), ada tujuh frasa umum yang mungkin pernah didengar. Frasa-frasa ini secara tidak sadar membentuk respons kita terhadap sanjungan.

Berikut adalah tujuh frasa masa kecil yang memengaruhi sulitnya menerima pujian:

  1. "Jangan sombong!"

Frasa ini menanamkan gagasan bahwa mengakui kebaikan diri adalah bentuk kesombongan. Akibatnya, kita belajar mengecilkan pencapaian pribadi. Penerimaan pujian terasa seperti tindakan yang salah.

  • "Itu bukan apa-apa."

  • Kata-kata ini mengecilkan nilai kerja keras atau bakat seseorang. Kita jadi merasa bahwa usaha kita tidak pantas dihargai. Sulit untuk menerima pujian atas sesuatu yang dianggap biasa.

  • "Kamu harus bekerja lebih keras."

  • Frasa ini menciptakan standar yang tidak pernah cukup tinggi. Kita terus merasa belum mencapai batas maksimal. Pujian pun terasa tidak pantas diterima sepenuhnya.

  • "Orang lain lebih baik darimu."

  • Perbandingan ini menumbuhkan rasa tidak mampu sejak dini. Kita cenderung melihat orang lain selalu lebih unggul. Menerima pujian menjadi sulit karena merasa tidak sebanding.

  • "Apakah kamu yakin itu cukup baik?"

  • Pertanyaan ini menimbulkan keraguan terus-menerus terhadap kemampuan diri. Kita jadi selalu mempertanyakan kualitas pekerjaan kita. Pujian terasa seperti bentuk ejekan.

  • "Jangan membuat masalah."

  • Frasa ini mengajarkan untuk tidak menarik perhatian atau menjadi pusat perhatian. Menerima pujian bisa terasa seperti melanggar aturan ini. Kita lebih memilih untuk tetap tidak terlihat.

    Editor: Novia Tri Astuti
    Tags
    Jawa Pos
    JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
    Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore