Ilustrasi handuk (Shutterstock/Syeeda tooba)
JawaPos.com – Tak banyak yang tahu, ternyata ada hal yang sifatnya sepele di kehidupan kita sehari-hari tapi bisa bikin penasaran. Salah satunya adalah garis pada handuk yang ternyata ada fungsinya.
Secara awam, kita mengetahui jika handuk hanyalah seuntai kain yang biasa kita gunakan sehari-hari untuk mengeringkan bagian tubuh setelah mandi, mencuci tangan atau aktivitas lainnya yang bersifat mengeringkan tubuh dari air.
Namun terkadang ada hal mengganjal saat kita mengamati handuk lebih jauh. Jika diamati, mengapa handuk selalu punya garis di sepertiga ujungnya? Dan apa fungsi garis yang ada pada handuk itu?
Pertanyaan ini menarik respons banyak orang di X dengan kurang lebih 92 juta pengguna merespons terkait fungsi garis pada handuk melalui postingan @natemcgrady.
Beragam respons menuai spekulasi di antara pro dan kontra. Beberapa orang menyebut bahwa fungsi garis itu sebagai pemisah antara penggunaan wajah (bagian kecil) dan penggunaan untuk pantat (bagian yang lebih besar), namun beberapa yang lain menolak pendapat itu.
Jika mengutip dari IFL Science, maka akan menuntun pada jawaban yang lebih akurat. Bukan hanya untuk pembatas mengeringkan wajah dengan pantat tapi juga ada hubungannya dengan penguatan handuk.
Garis pada handuk secara istilah dapat disebut dobby border atau garis tepi dobby, merupakan garis yang dibuat secara khusus dalam komposisi pembuatan handuk dengan menggunakan alat tenun khusus yang dikenal sebagai alat tenun dobby.
Alat tenun dobby digunakan untuk membentuk pola geometris sederhana pada proses pembuatan handuk hingga menciptakan garis -garis tenun yang rapi dan seragam serta memastikan tepi handuk tersusun kuat dan tidak mudah rusak.
Secara keseluruhan garis pada handuk memiliki fungsi yang lebih dari sekedar hiasan. Garis ini membantu memperkuat bagian tepi handuk, mencegah kain terurai atau berjumbai seiring pemakaian, serta meningkatkan fungsi serap pada handuk.
Selain itu, garis pada handuk juga memiliki fungsi estetik, memperlihatkan tampilan yang lebih elegan dan profesional. Yang jelas menjadi pembeda antara kain biasa dengan handuk secara umum.
Fitur kecil yang sering dianggap remeh ini ternyata berguna untuk memastikan penggunaan handuk dapat bertahan lama, praktis menyerap air serta mampu membantu menghindarkan kain handuk dari kelembaban.
Dengan ini, misteri fungsi garis pada handuk akhirnya terpecahkan.
***

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
