
Seorang wanita yang bingung mimpinya terasa nyata. (Pexels/Photo by Matheus Bertelli)
JawaPos.com - Mimpi adalah fenomena alami yang dialami setiap orang saat tidur. Namun, terkadang mimpi tersebut terasa sangat nyata, seolah-olah kita benar-benar mengalami kejadian tersebut. Fenomena ini dikenal dengan istilah vivid dream atau mimpi hidup, yang dapat meninggalkan kesan mendalam pada pikiran dan emosi kita.
Dilansir dari Healthline pada Selasa (27/05), artikel ini akan mengupas penyebab vivid dream terjadi, alasan di balik mengapa mimpi terasa begitu nyata, serta dampak yang dapat ditimbulkan dari mimpi jenis ini bagi kualitas tidur dan kesehatan secara umum.
Apa Itu Vivid Dream dan Kenapa Mimpi Bisa Terasa Sangat Nyata?
Para ilmuwan masih belum sepenuhnya memahami mengapa manusia bermimpi. Namun, satu hal yang mereka yakini adalah mimpi memiliki peran penting dalam proses penyimpanan dan penghapusan memori di otak. Mimpi yang terjadi selama tidur berfungsi untuk memilah informasi yang penting dan membuang yang tidak diperlukan. Karena itu, meskipun kita tidak selalu ingat mimpi, tidur yang disertai mimpi dapat membuat kita merasa lebih segar saat bangun.
Vivid dream sendiri adalah mimpi yang sangat hidup, bisa positif maupun negatif, dan sering kali terasa sangat realistis. Biasanya, mimpi ini muncul selama fase tidur Rapid Eye Movement (REM), yang terjadi berkala setiap 90 menit dan berlangsung sekitar 20 hingga 25 menit dalam satu siklus tidur. Sekitar 25% dari waktu tidur orang dewasa dihabiskan dalam fase REM, yang memberikan banyak kesempatan untuk mengalami mimpi hidup.
Penyebab Vivid Dream Terjadi
1. Stres dan Kecemasan
Masalah hidup sehari-hari, seperti tekanan pekerjaan, masalah keluarga, atau perubahan besar dalam hidup, dapat memicu mimpi yang intens dan terasa nyata. Trauma berat, seperti kematian orang terdekat atau kecelakaan, juga meningkatkan risiko mengalami mimpi buruk yang vivid. Kecemasan khususnya dikaitkan dengan peningkatan mimpi yang mengganggu.
2. Gangguan Tidur
Masalah tidur seperti insomnia atau narkolepsi dapat menyebabkan kurang tidur dan meningkatkan frekuensi mimpi hidup. Perubahan jadwal tidur, misalnya akibat perjalanan jauh dengan perbedaan zona waktu, juga dapat memperbesar kemungkinan mengalami vivid dream.
3. Pengaruh Obat-obatan
Beberapa jenis obat, seperti antidepresan, beta blocker, obat tekanan darah, obat Parkinson, dan obat berhenti merokok, dilaporkan dapat menyebabkan mimpi menjadi lebih nyata dan intens.
4. Penyalahgunaan Zat
Konsumsi alkohol berlebihan, penggunaan narkoba rekreasional, maupun proses penghentian penggunaan obat-obatan tersebut dapat memicu vivid dream, khususnya mimpi buruk.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
