
Ilustrasi orang sedang bermimpi. (freepik)
JawaPos.com - Pernahkah Anda mencoba membaca buku atau sekadar melihat pesan singkat di dalam mimpi, namun kata-katanya tampak kabur dan tak masuk akal? Fenomena ini bukan tanpa alasan. Para ilmuwan mengungkapkan bahwa mayoritas manusia secara biologis tidak mampu membaca saat terlelap karena bagian otak tertentu sedang beristirahat total.
Namun, di balik keterbatasan itu, ada temuan menarik yang menyebutkan bahwa hanya 1% populasi dunia yang memiliki kemampuan sangat langka ini. Mereka adalah individu-individu unik yang mampu memproses teks di alam bawah sadar, sebuah kemampuan yang menantang logika medis pada umumnya.
Mengapa aktivitas yang terasa mudah di dunia nyata ini menjadi mustahil di alam mimpi? Jawabannya terletak pada bagaimana otak kita membagi tugas saat fase tidur paling dalam berlangsung. Tanpa koordinasi saraf yang tepat, huruf-huruf hanya akan berakhir sebagai coretan tanpa makna.
Dilansir dari YourTango, Rabu (29/4), rahasia di balik fenomena langka ini berkaitan erat dengan profesi dan cara seseorang memproses emosi. Berikut adalah penjelasan ilmiah mengapa membaca dalam mimpi hampir mustahil dilakukan oleh orang biasa.
Alasan Medis Otak Menolak Membaca saat Tidur
Mimpi sebagian besar terjadi selama fase Rapid Eye Movement (REM), sebuah periode di mana aktivitas otak meningkat namun tubuh berada dalam relaksasi total. Pada saat ini, otak sedang sibuk mengonsolidasikan ingatan harian. Namun, ada area tertentu yang justru "dimatikan" sementara oleh tubuh untuk pemulihan energi.
Area tersebut adalah area Broca dan area Wernicke. Area Broca berfungsi menerjemahkan bahasa dan mengontrol logika bicara, sementara area Wernicke bertanggung jawab atas penafsiran tata bahasa serta struktur kalimat. Ketika kedua area misterius ini melambat, komunikasi yang koheren menjadi mustahil dilakukan oleh pikiran bawah sadar.
Kondisi ini disebut sebagai afasia sementara. Selama tidur, afasia ini membuat aktivitas membaca, menulis, dan berkomunikasi menjadi tugas yang sangat berat bagi otak. Ditambah lagi, fungsi saraf optik yang biasanya memproses kata-kata fisik tidak aktif sebagaimana mestinya saat mata kita terpejam rapat.
Jadi, apa yang Anda lihat sebagai "tulisan" di dalam mimpi sebenarnya hanyalah proyeksi acak dari alam bawah sadar. Tulisan tersebut tidak didasarkan pada pemikiran yang logis, melainkan potongan gambar yang pernah Anda lihat saat terjaga. Inilah alasan utama mengapa teks dalam mimpi selalu berubah-ubah saat Anda mencoba membacanya dua kali.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Pemerintah Bakal Menata Guru, PGRI Sebut Ada Harapan Baru bagi Pendidikan Indonesia
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Ipswich vs Sunderland: The Black Cats Berpeluang Curi Poin di Portman Road
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Ribuan Ojol Hadiri Kopdar Kebangsaan Jaga Jakarta, Ada Perpanjangan SIM Gratis
