
Ilustrasi. (Pexels)
JawaPos.com - Sebelum dunia dibanjiri notifikasi dan layar sentuh, kita hidup dalam masa yang berbeda. Masa ketika hal-hal sederhana justru terasa lebih bermakna.
Tanpa kita sadari, dulu kita punya banyak kemewahan hidup yang kini perlahan hilang di tengah gegap gempita era digital.
Dilansir dari Geediting berikut ini lima hal yang dulu terasa biasa, tapi sebenarnya adalah kemewahan hidup sebelum datangnya era smartphone.
1. Foto cetak dan buku album
Dulu, memotret bukan soal kuantitas. Kita tidak bisa mengambil ratusan foto dalam satu hari hanya untuk memilih satu yang terbaik. Setiap jepretan kamera analog adalah keputusan.
Lalu, ada momen saat hasilnya dicetak dan dimasukkan ke dalam album foto. Ada rasa haru, nostalgia, bahkan tawa yang muncul setiap kali membuka halaman demi halaman album tersebut. Kemewahan hidup ini memberi kita kenangan yang bisa disentuh, bukan hanya dilihat lewat layar.
2. Mixtape dan seni rekaman
Sebelum Spotify dan Apple Music mendominasi era digital, ada seni membuat mixtape. Menciptakan rekaman campuran adalah sebuah proses kreatif sekaligus emosional.
Kamu harus sabar menunggu lagu favoritmu diputar di radio, lalu cepat-cepat menekan tombol "rekam". Tapi mixtape bukan hanya soal lagu. Ia bisa menjadi cara seseorang mengungkapkan rasa suka, rindu, atau bahkan patah hati.
Tidak jarang, satu kaset bisa bercerita lebih banyak daripada surat cinta. Hal ini terasa begitu berharga dibanding sekadar mengklik "shuffle" di playlist digitalmu hari ini.
3. Menonton acara televisi bersama
Di masa sebelum era smartphone, menonton TV adalah kegiatan kolektif. Kamu harus duduk tepat waktu di depan layar kaca, atau melewatkan tayangan favoritmu. Tidak ada fitur "rewind", tidak ada "on demand".
Tapi di sanalah letak magisnya. Ada kebersamaan, ada tawa serempak saat acara lucu, ada tegang bersama saat pertandingan berlangsung.
Tidak ada spoiler karena semua orang menonton di waktu yang sama. Di era digital seperti sekarang, menonton jadi lebih individual dan sepi.
4. Mengobrol tatap muka atau lewat telepon

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
