Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 11 Mei 2025 | 16.07 WIB

Kecemasan dan Intuisi Sering Disalahartikan, Ini Cara Membedakan Keduanya

Ilustrasi ketika muncul kecemasan (anxiety) dan intuisi. (Freepik) - Image

Ilustrasi ketika muncul kecemasan (anxiety) dan intuisi. (Freepik)

JawaPos.com - Seringkali kita merasakan hal yang mengganjal atau akan ada suatu hal yang salah terjadi. Saat mengalami hal tersebut, biasanya muncul rasa sesak di ulu hati, napas menjadi pendek, dan muncul bayangan-bayangan akan hal buruk yang akan menimpa kita.

Tentunya hal tersebut membuat kita semakin merasa cemas, banyak orang yang mengatakan jika itu adalah kecemasan (anxiety). Namun, bagaimana jika perasaan tersebut bukan hanya sekadar kecemasan, melainkan sebuah intuisi?

Dilansir dari Glamour Magazine, banyak orang yang sering menyalahartikan antara kecemasan (anxiety) dan intuisi. Hal tersebut memang sangat wajar karena intuisi sendiri merupakan perasaan naluriah ketika seseorang mengetahui sesuatu, bahkan terkadang sebelum hal itu terjadi.

Maka tak heran jika banyak orang yang salah mengartikan intuisi sebagai kecemasan. Tetapi, kecemasan dan intuisi biasanya saling bertolak belakang.

Kecemasan meyakinkan seseorang bahwa sesuatu yang buruk akan datang yang menimbulkan rasa mendesak dan rasa takut, sedangkan intuisi bersifat halus, tenang, dan netral.

Lantas bagaimana cara kita membedakan antara kecemasan dan intuisi? Berikut tim JawaPos.com rangkumkan beberapa cara membedakan kecemasan dan intuisi.

  1. Periksa respon fisik

Periksa respon fisik tubuh saat merasakan hal yang mengganjal. Biasanya jika merasakan suatu hal, tubuh kita akan merespon dengan menunjukkan beberapa gejala.

Saat kecemasan (anxiety) muncul, biasanya memicu gejala fisiologis seperti jantung berdebar dengan kencang, telapak tangan berkeringat, perasaan sesak di dada, hingga tubuh panas dingin.

Sedikit mirip dengan kecemasan (anxiety), ketika intuisi muncul tubuh mengalami beberapa gejala fisiologis yang sama, tetapi perasaan yang dirasakan cenderung lebih tenang.

  1. Perhatikan waktu

Perhatikan kapan kita mendapatkan perasaan mengganjal tersebut. Intuisi biasanya muncul dalam waktu singkat dan meskipun mengganggu, perasaan yang muncul itu tidak berulang dan menjadi kekhawatiran.

Sedangkan kecemasan (anxiety) terjadi dalam waktu yang lama dan berulang, sehingga membuat kita cemas dan terganggu.

  1. Periksa muatan emosionalnya

Periksa seperti apa yang sebenarnya dirasakan, karena dorongan intuitif biasanya terasa lembut dan meyakinkan, meskipun itu menuntun kepada sesuatu yang asing.

Sedangkan kecemasan sering kali disertai dengan rasa takut, ngeri, dan khawatir yang sangat mengganggu dan  membebani pikiran kita.

  1. Percaya atas reaksi pertama

Cobalah untuk tidak meragukan diri kita sendiri. Intuisi sering kali muncul sebagai kilasan cepat atau sebuah firasat sebelum suatu hal terjadi.

Kilasan cepat tersebut akan mulai muncul secara berkala jika diabaikan, tetapi tidak sampai pada titik rasa sakit atau mengganggu.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore