Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 28 Maret 2026 | 22.58 WIB

Orang yang Selalu Bersikap Baik dalam Setiap Situasi Biasanya Bertindak Berdasarkan 6 Rasa Takut Akan Konflik Ini Menurut Psikologi

seseorang yang selalu bersikap baik. (Freepik/tirachardz) - Image

seseorang yang selalu bersikap baik. (Freepik/tirachardz)

JawaPos.com - Di mata banyak orang, seseorang yang selalu bersikap baik terlihat seperti pribadi yang luar biasa. Mereka tidak pernah marah, jarang menolak permintaan orang lain, selalu menjaga perasaan, dan hampir tidak pernah terlibat konflik. Mereka terlihat tenang, sabar, dan penuh empati.

Namun menurut psikologi, tidak semua kebaikan muncul dari ketulusan yang sehat. Dalam banyak kasus, kebiasaan untuk selalu bersikap baik dalam setiap situasi justru lahir dari rasa takut akan konflik.

Konflik bukan hanya berarti pertengkaran besar. Dalam psikologi, konflik bisa berupa hal sederhana seperti berkata “tidak”, mengungkapkan ketidaksetujuan, atau mempertahankan batasan diri. Orang yang terlalu baik sering kali menghindari hal-hal tersebut karena ada ketakutan yang bekerja di bawah sadar.

Dilansir dari Expert Editor, terdapat enam rasa takut yang sering menjadi alasan mengapa seseorang selalu bersikap baik, bahkan ketika dirinya sebenarnya tidak nyaman.

1. Takut Tidak Disukai Orang Lain

Ini adalah alasan paling umum. Banyak orang belajar sejak kecil bahwa diterima itu berarti disukai. Ketika seseorang pernah merasa ditolak, diabaikan, atau dikritik terlalu keras, otaknya mulai menghubungkan konflik dengan kehilangan kasih sayang.

Akibatnya, ia tumbuh menjadi pribadi yang selalu berusaha menyenangkan semua orang.

Orang seperti ini biasanya:

Selalu mengatakan “iya” meskipun sebenarnya tidak mau
Sulit menolak permintaan teman, pasangan, atau keluarga
Merasa cemas jika ada orang yang terlihat kecewa padanya
Lebih memilih mengorbankan dirinya daripada membuat orang lain tidak nyaman

Yang menarik, mereka bukan tidak punya pendapat. Mereka hanya takut pendapat itu membuat orang lain menjauh.

2. Takut Terlihat Sebagai Orang Jahat

Beberapa orang memiliki keyakinan dalam dirinya bahwa orang baik tidak boleh membuat orang lain kesal. Jadi ketika mereka harus berkata jujur atau tegas, muncul perasaan bersalah yang sangat kuat.

Mereka takut jika:

Orang lain menganggap mereka egois
Mereka terlihat tidak peduli
Mereka dinilai kasar atau tidak sopan
Mereka dianggap berubah menjadi orang yang buruk

Padahal dalam psikologi, bersikap tegas bukan berarti jahat. Tetapi bagi orang yang sangat menghindari konflik, perbedaan antara “jujur” dan “menyakiti orang lain” terasa sangat tipis.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore