
Ilustrasi seseorang yang tidur nyenyak (Dok. Pexels)
JawaPos.com - Pernah kenal seseorang yang nggak bisa tidur kalau nggak ada suara kipas, hujan deras, atau suara podcast yang muter terus?
Buat sebagian orang, suara-suara kayak gitu justru jadi semacam lagu pengantar tidur. Tapi ternyata, kebiasaan ini nggak cuma soal selera, ada alasan psikologis di baliknya.
Para pakar tidur dan psikologi mengungkapkan bahwa orang yang suka tidur ditemani suara latar cenderung memiliki beberapa sifat kepribadian dan kondisi mental tertentu.
Nggak sembarang orang bisa tidur nyaman dengan suara, tapi justru buat mereka, kebisingan terkontrol itu jadi kunci ketenangan. Yuk, simak delapan sifat unik yang dimiliki orang-orang ini, dikutip dari Geediting, Selasa (22/4).
1. Tidurnya Ringan dan Butuh “Pelindung” dari Suara Mendadak
Orang yang tidurnya gampang keganggu biasanya punya kebiasaan pakai suara latar kayak kipas atau white noise. Ini bukan tanpa alasan.
Suara stabil tersebut berfungsi sebagai perisai alami untuk menutupi suara-suara mendadak, seperti suara motor di luar atau orang lewat di lorong. Tanpa pelindung ini, mereka bisa langsung terbangun bahkan dari tahap tidur yang ringan.
Penelitian menunjukkan bahwa suara yang terus-menerus dan stabil bisa membantu mempercepat waktu tidur dan mengurangi frekuensi terbangun di malam hari.
Dalam sebuah studi klasik, penggunaan white noise bahkan mampu mempercepat proses tertidur hingga 38 persen. Jadi, bukan cuma nyaman, tapi juga terbukti ampuh secara ilmiah.
2. Sensitif terhadap Stimulus Sensorik
Bagi mereka yang punya sensitivitas sensorik tinggi, dunia bisa terasa terlalu bising meski cuma dari suara halus. Di malam hari, saat lingkungan jadi lebih sunyi, suara kecil seperti klik kulkas atau angin di luar bisa terasa mengganggu banget.
Inilah sebabnya suara latar jadi solusi. Suara tersebut memberi sistem saraf sesuatu yang konsisten untuk “dipegang,” sehingga gangguan kecil jadi tidak terlalu mencolok.
Studi tentang Sensitivitas Pemrosesan Sensorik (SPS) menemukan bahwa orang-orang dengan tingkat sensitivitas tinggi sering mengalami tidur yang lebih buruk dan lebih banyak gejala insomnia.
Tapi saat mereka menggunakan suara latar yang netral, otak bisa merasa lebih aman dan tenang, karena ada sesuatu yang stabil untuk dijadikan titik fokus.
3. Pikiran Mereka Terus Aktif

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
