
Ilustrasi perempuan yang merasa minder karena tidak puas dengan pencapainnya. (Freepik)
JawaPos.com-Di tengah derasnya arus informasi digital, pencapaian orang lain kini bisa terlihat setiap saat. Dari promosi jabatan hingga pencapaian finansial, semuanya seolah hadir tanpa jeda di layar. Tanpa disadari, kondisi ini memicu kebiasaan membandingkan diri, terutama dalam hal karier.
Perbandingan tersebut kerap memunculkan suara kritis dalam diri, yang mempertanyakan posisi, kemampuan, bahkan arah hidup yang sedang dijalani. Jika tidak dikelola, hal ini bisa berkembang menjadi kecemasan yang berkepanjangan.
Dalam sebuah wawancara, psikolog klinis Ratih Ibrahim menjelaskan bahwa kondisi ini berkaitan erat dengan paparan digital yang terus aktif serta kebiasaan membandingkan diri secara tidak sadar.
Agar tidak berlarut-larut, penting untuk mengelola kondisi ini secara lebih sadar. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:
1. Batasi paparan yang memicu perbandingan
Tidak semua konten perlu dikonsumsi setiap saat. Terlalu sering melihat pencapaian orang lain justru bisa memicu pikiran untuk terus membandingkan. Menyaring akun atau informasi yang diikuti dapat membantu menjaga fokus tetap pada diri sendiri.
2. Gunakan gadget secara lebih terarah

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
