Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 April 2025 | 04.44 WIB

Sering Dengar Ungkapan 'I Hate Monday'? Ini 5 Alasan Psikologis Banyak Orang Tidak Menyukai Hari Senin

Psikologi menjelaskan ada alasan ilmiah di balik ketidaksukaan kolektif terhadap hari Senin. (Freepik) - Image

Psikologi menjelaskan ada alasan ilmiah di balik ketidaksukaan kolektif terhadap hari Senin. (Freepik)

JawaPos.com - Hari Senin sering dianggap sebagai hari paling menyebalkan dalam seminggu. Banyak orang merasa murung, lelah, dan kehilangan motivasi di awal pekan.

Fenomena ini bukan hanya kebetulan. Psikologi menjelaskan ada alasan ilmiah di balik ketidaksukaan kolektif terhadap hari Senin. Berikut lima penyebab yang telah dikaji dalam berbagai studi psikologi dan ilmu perilaku.

1. Gangguan Ritme Sirkadian setelah Akhir Pekan

Menurut riset dari Sleep Foundation dan jurnal Chronobiology International, banyak orang mengalami 'social jetlag' setelah akhir pekan. Saat Sabtu dan Minggu, kebiasaan tidur dan bangun cenderung berubah, seperti tidur larut malam dan bangun lebih siang.

Pergeseran ini mengganggu jam biologis tubuh (ritme sirkadian) yang mengatur energi dan mood. Ketika Senin datang, tubuh belum siap kembali ke ritme kerja yang stabil, sehingga muncul rasa kantuk, lesu, dan suasana hati yang buruk.

2. Transisi Emosional dari Kebebasan ke Tanggung Jawab

Hari Minggu memberi kita waktu luang, fleksibilitas, dan kebebasan untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan. Namun, saat Senin tiba, kita dipaksa kembali ke dunia tanggung jawab—jadwal kerja, tugas, dan tekanan sosial. Menurut psikolog klinis Dr. David Susman, transisi mendadak dari relaksasi ke produktivitas ini bisa memicu penolakan mental, yang memunculkan rasa berat hati, stres, bahkan kecemasan sosial.

3. Ketidakpuasan Kerja Meningkatkan "Sunday Scaries"

Studi dari American Psychological Association (APA) menemukan bahwa orang yang tidak puas dengan pekerjaan cenderung mengalami gejala stres lebih tinggi pada malam Minggu, fenomena yang disebut 'Sunday Scaries'. Pikiran tentang pekerjaan yang menumpuk, atasan yang menekan, atau lingkungan kerja yang tidak menyenangkan bisa mulai menghantui sejak Minggu malam. Akibatnya, Senin menjadi hari yang sangat dihindari karena mengasosiasikannya dengan tekanan tersebut.

4. Kurangnya Perencanaan Awal Pekan

Rendahnya perencanaan awal pekan juga berperan besar dalam membuat hari Senin terasa kacau. Ketika seseorang tidak mempersiapkan agenda, pakaian, atau bahkan sarapan untuk hari pertama kerja, mereka cenderung merasa terburu-buru dan stres di pagi hari. Dr. Alice Boyes, mantan dosen psikologi klinis, menyarankan strategi 'Sunday prep' untuk mengurangi kecemasan ini, seperti membuat daftar tugas ringan atau merencanakan sesuatu yang menyenangkan di hari Senin.

5. Stigma Sosial terhadap Hari Senin

Budaya pop telah membentuk persepsi negatif terhadap Senin selama puluhan tahun. Meme 'I hate Mondays', lagu 'Manic Monday', atau istilah 'Monday Blues' membuat otak kita otomatis mengasosiasikan Senin dengan hari yang menyedihkan. Psikolog menyebut ini sebagai priming effect—dimana ekspektasi negatif akan memperkuat pengalaman negatif. Paparan terhadap stigma ini secara terus-menerus dapat memengaruhi cara kita merasakan hari tersebut.

Perasaan benci terhadap Senin bukan hanya soal malas atau manja. Ada faktor biologis, psikologis, dan sosial yang membentuknya. Dengan memahami penyebab-penyebab ini, kita bisa mulai menciptakan strategi yang lebih sehat untuk menyambut awal pekan—baik dengan mengatur pola tidur, mempersiapkan agenda, atau sekadar mengubah cara kita memandang hari Senin.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore