Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 28 Maret 2025 | 23.18 WIB

Apakah Pernikahan Orang Cantik dan Tampan Lebih Langgeng ? Begini Jawaban dari Hasil Penelitian

Apakah Pernikahan Orang Cantik dan Tampan Lebih Langgeng ? (Pexels) - Image

Apakah Pernikahan Orang Cantik dan Tampan Lebih Langgeng ? (Pexels)

JawaPos.com - Banyak yang beranggapan bahwa ketika memiiliki wajah rupawan yakni cantik dan tampak, hidup akan lebih mudah. Mereka yang ‘good looking’ seolah memiliki privilege alias hak Istimewa di kehidupan sosial.

Namun, apakah ini berarti kehidupan asmara mereka juga sangat mulus tanpa hambatan? Mengutip dari pembahasan di Psychology Today yang ditulis oleh Vinita Mehta seorang psikolog klinis, hal tersebut sempat menjadi fokus utama dalam sebuah studi.

Penelitian yang dipimpin Christine Ma-Kellams dari Harvard University, meneliti hubungan antara pengaruh daya tarik fisik dan kepuasan maupun ketahanan sebuah hubungan. Jadi, benarkah orang yang tampan serta cantik benar-benar memiliki hubungan yang langgeng?

Risiko Perceraian

Studi pertama menghadirkan pria dari dua sekolah menengah di Amerika Serikat, dengan mengumpulkan foto mereka dari buku tahunan. Dari foto tersebut, dinilai tingkat ketampanan mereka.

Kemudian, foto-foto ini dibandingkan lagi dengan catatan pernikahan serta perceraian yang diperoleh dari ancestry.com. Hasil yang diperoleh cukup mengejutkan karena pria dengan fisik lebih menarik justru pernikahannya lebih singkat dan lebih memungkinkan untuk bercerai.

Studi juga menggunakan analisis dari data selebritas pria maupun wanita. Dari data yang telah dikumpulkan terkait durasi pernikahan dan jumlah perceraian, ditemukan fakta serupa.

Selebriti yang menarik secara fisik cenderung memiliki pernikahan yang tidak langgeng atau tingkat perceraiannya tinggi.

Hubungan Antara Kesetiaan dan Sosok Rupawan

Penelitian berlanjut pada isu apakah orang yang menarik secara fisik lebih rentan terhadap godaan atau justru malah setia kepada pasangan. Sebuah eksperimen pun dilakukan dengan menghadirkan peserta yang sedang dalam hubungan eksklusif dan non eksklusif.

Mereka diminta menilai daya tarik individu lawan jenis dalam bentuk foto. Tanpa mereka sadari, para peneliti pun turut menilai daya tarik fisik mereka.

Hasil dari eksperimen ini menunjukan bahwa peserta yang lebih menarik secara fisik tidak mengabaikan daya tarik orang lain. Walaupun mereka telah terikat komitmen dalam sebuah hubungan.

Selain itu, studi lain menggali bagaimana persepsi seseorang terhadap daya tarik sendiri mempengaruhi kesetiaan dan kepuasan dalam hubungan. Hasilnya pun tidak jauh berbeda yakni mereka yang merasa lebih menarik, justru lebih rentan terhadap godaan dan tingkat kepuasaan hubungan pun rendah.

Pada intinya, pengaruh fisik maupun wajah yang menarik tidak menjamin hubungan akan langgeng. Meskipun memang daya tarik pada awalnya membuat seseorang lebih diminati untuk menjalin hubungan asmara.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore