
Ilustrasi berteriak. (Freepik)
JawaPos.com – Berteriak sering terjadi dalam interaksi sehari-hari. Namun, kebiasaan ini dapat mempengaruhi hubungan dan kesehatan emosional seseorang.
Berteriak merupakan tindakan berbicara dengan suara keras dan nada tinggi yang biasanya muncul akibat emosi yang tidak terkendali. Hal ini dapat muncul dalam berbagai situasi dan sering dianggap sebagai respons spontan.
Mengetahui dampak berteriak penting agar dapat menghindari kebiasaan ini. Selain itu, pemahaman yang baik akan membantu dalam membangun komunikasi yang lebih sehat dan efektif.
Berikut dampak buruk berteriak dan cara efektif untuk menghentikannya dilansir dari laman Psychologytoday oleh JawaPos.com, Sabtu (22/3):
1. Dampak Emosional
Suara yang meninggi dapat memicu sistem ancaman dalam tubuh. Ini menyebabkan peningkatan adrenalin dan kortisol, yang membuat seseorang berada dalam kondisi melawan, lari, atau membeku.
Akibatnya, respons emosional menjadi lebih intens dan sulit dikendalikan. Seseorang yang mengalami hal ini dapat menjadi lebih reaktif dan sulit berpikir jernih.
Peningkatan stres juga dapat mempengaruhi kesehatan fisik dalam jangka panjang. Mengendalikan respons emosional sangat penting untuk menjaga keseimbangan psikologis.
2. Pengaruh pada Hubungan
Interaksi yang melibatkan teriakan dapat menurunkan rasa percaya dan keamanan dalam hubungan. Keintiman emosional berkurang, menyebabkan keterbatasan dalam komunikasi serta kesulitan dalam menyelesaikan konflik secara konstruktif.
Orang yang sering menjadi sasaran teriakan dapat merasa tidak dihargai dan cenderung menarik diri. Hal ini juga dapat menciptakan siklus negatif dalam hubungan dimana kedua pihak semakin sulit berkomunikasi dengan baik.
Jika dibiarkan, kebiasaan ini dapat menimbulkan jarak emosional yang semakin dalam. Membangun komunikasi yang lebih tenang dan terbuka menjadi langkah penting dalam menjaga hubungan yang sehat.
3. Dampak pada Anak
Anak-anak yang sering mendengar teriakan dapat mengalami kecemasan, rasa malu, ketakutan, dan kesulitan dalam mengatur emosi. Jika terjadi secara terus-menerus, kondisi ini dapat memicu masalah perilaku serta mengganggu perkembangan psikologis.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
