
Ilustrasi outfit kerja warna-warni. (Pexels)
JawaPos.com – Video GRWM alias “Get Ready With Me” (bersiap-siap denganku) biasa dinikmati di aplikasi media sosial video pendek. Influencer dan pengguna biasa saling memberi saran untuk kegiatan yang sedang dilakukan dalam video, termasuk outfit bekerja.
Tagar #officewear atau pakaian kerja dalam bahasa Indonesia sudah mengumpulkan jumlah konten sebanyak dua juta posting di aplikasi Instagram sendiri, membuktikan banyak orang yang memperhatikan perihal berbusana di lingkungan korporat.
Survei jajak pendapat yang diadakan Instantprint (12/3) terhadap lebih dari 1.000 orang pekerja menyelami tantangan mencari outfit yang sesuai dengan lingkungan pekerjaan. Hasilnya, hampir sepertiga jumlah responden mengaku merasa kesulitan memilih pakaian yang tepat.
Satu dari lima pria mengaku tidak pernah ditegur soal pakaian mereka, tetapi lebih dari dua dari lima wanita pernah ditegur perihal busana yang dipakai. Mereka disuruh mengganti atau minimal menutupi pakaian yang dianggap terlalu terbuka oleh manajemen kantor.
Selanjutnya, Instantprint menanyakan apakah memakai busana yang tepat untuk melamar pekerjaan yang diinginkan memiliki pengaruh. Hasilnya, 88 persen responden setuju.
Kemudian, 91 persen responden meyakini bahwa pakaian yang dikenakan saat bekerja memengaruhi pandangan kolega terhadap mereka, baik secara sadar maupun tak sadar.
Lebih dari 40 persen juga setuju ada perubahan sikap dari orang-orang sekitar dalam memperlakukan mereka berdasar busana yang sedang dipakai.
Hampir 40 persen percaya warna pakaian dapat memengaruhi persepsi kolega dan orang sekitar terhadap mereka, 28 persen menyatakan mungkin atau terkadang perbedaan warna dapat memengaruhi, dan 32 persen tidak menemukan hubungan antara warna pakaian dan kesannya terhadap orang lain.
Melanie Lippman, konselor yang berfokus bagi citra perempuan dalam posisi kepemimpinan, telah meraih ribuan views di TikTok serta Instagram Reels dalam memilih pakaian yang sesuai dengan bentuk tubuh serta bagaimana pilihan busana mengirim sinyal tersirat pada lingkungan kerja.
Di salah satu unggahan Instagram (12/3) di akun @melanielippman, Lippman mengatakan bahwa menurut dia ada tiga warna yang berpotensi mengacaukan jenjang karir anda di lingkup perkantoran:
Seringkali menjadi warna andalan, hitam bisa jadi menyandung perjalanan karir anda. Menurut Lippman, hitam terlalu sering digunakan, terlalu formal, dan menciptakan sebuah dinding pemisah tak terlihat antara Anda dan orang lain.
Ini menjadi alasan mengapa para pengacara dan hakim serta penyelenggaraan acara formal menggunakan kode pakaian hitam, yakni agar menciptakan kesan yang tertutup.
Warna merah melambangkan kekuatan serta terlihat agresif. Meskipun diperbolehkan untuk memakainya ke kantor, ini bukanlah warna yang ideal untuk berjejaring dan membuat pertemanan.
Lippman menyarankan untuk menggunakan warna merah untuk menegakkan otoritas atau jika ingin mendorong orang lain untuk sepakat dengan ide yang Anda usulkan.
Meski bisa digunakan dalam segala situasi, warna abu-abu monoton dan kurang menginspirasi. Ini bukanlah warna terbaik untuk membangun rasa percaya, baik kepada orang lain atau kepercayaan diri sendiri.

Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Daftar Pemain Kanada dan Bosnia Herzegovina di Grup B Piala Dunia 2026
