
Ilustrasi. (pexels.com)
JawaPos.com - Ada perbedaan besar antara seseorang yang benar-benar menyesal atas kesalahannya dan seseorang yang hanya ingin menjaga perdamaian.
Saat seseorang meminta maaf dengan tulus, mereka tidak hanya sekadar berkata “maaf” tetapi juga menunjukkan perubahan nyata dalam perilaku mereka.
Sebaliknya, permintaan maaf yang hanya bertujuan menghindari konflik biasanya terasa hampa dan tidak diikuti dengan usaha untuk memperbaiki keadaan.
Dalam psikologi, orang dengan kecerdasan emosional tinggi akan lebih memahami dampak perbuatannya dan bertanggung jawab atas kesalahannya.
Dilansir dari Blog Herald pada Senin (10/3), berikut adalah tujuh tanda yang bisa kamu perhatikan untuk mengetahui ciri orang yang meminta maaf dengan tulus.
1. Frasa yang Digunakan
Kata-kata yang digunakan dalam permintaan maaf bisa menjadi indikator utama apakah seseorang benar-benar menyesal atau hanya ingin cepat-cepat mengakhiri konflik. Permintaan maaf yang tulus biasanya menunjukkan pemahaman terhadap kesalahan yang telah dilakukan dan bagaimana hal itu berdampak pada orang lain.
Contoh frasa yang menunjukkan ketulusan, seperti: “Aku sadar sudah menyakitimu, dan aku benar-benar menyesal.” atau “Aku tahu ini salahku, dan aku akan berusaha memperbaikinya.”
Sebaliknya, orang yang hanya ingin menjaga perdamaian mungkin menggunakan kalimat yang terkesan defensif dan tidak bertanggung jawab: “Kalau aku menyakitimu, maaf ya.” atau “Aku minta maaf kamu merasa begitu.”
Perbedaan ini mungkin terlihat halus, tapi jika diperhatikan, kamu bisa melihat mana yang benar-benar tulus dan mana yang hanya basa-basi.
2. Tindakan Nyata Bicara Lebih Keras
Permintaan maaf yang tulus tidak hanya berhenti di kata-kata, tetapi juga terlihat dari perubahan dalam perilaku seseorang. Jika mereka sungguh-sungguh menyesal, mereka akan memastikan tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Misalnya, jika seseorang sering datang terlambat ke janji temu dan akhirnya meminta maaf, tanda permintaan maafnya tulus adalah jika di pertemuan berikutnya mereka berusaha datang tepat waktu. Sebaliknya, jika mereka tetap mengulang kebiasaan yang sama, itu tandanya mereka hanya ingin menjaga perdamaian, bukan benar-benar berubah.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
