Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 10 Maret 2025 | 23.31 WIB

Apakah Seseorang Tulus Meminta Maaf atau Sekadar Menghindari Konflik? Cek, 7 Cara untuk Mengetahuinya

Ilustrasi. (pexels.com) - Image

Ilustrasi. (pexels.com)

JawaPos.com - Ada perbedaan besar antara seseorang yang benar-benar menyesal atas kesalahannya dan seseorang yang hanya ingin menjaga perdamaian.

Saat seseorang meminta maaf dengan tulus, mereka tidak hanya sekadar berkata “maaf” tetapi juga menunjukkan perubahan nyata dalam perilaku mereka. 

Sebaliknya, permintaan maaf yang hanya bertujuan menghindari konflik biasanya terasa hampa dan tidak diikuti dengan usaha untuk memperbaiki keadaan.

Dalam psikologi, orang dengan kecerdasan emosional tinggi akan lebih memahami dampak perbuatannya dan bertanggung jawab atas kesalahannya. 

Dilansir dari Blog Herald pada Senin (10/3), berikut adalah tujuh tanda yang bisa kamu perhatikan untuk mengetahui ciri orang yang meminta maaf dengan tulus.

1. Frasa yang Digunakan

Kata-kata yang digunakan dalam permintaan maaf bisa menjadi indikator utama apakah seseorang benar-benar menyesal atau hanya ingin cepat-cepat mengakhiri konflik. Permintaan maaf yang tulus biasanya menunjukkan pemahaman terhadap kesalahan yang telah dilakukan dan bagaimana hal itu berdampak pada orang lain.

Contoh frasa yang menunjukkan ketulusan, seperti: “Aku sadar sudah menyakitimu, dan aku benar-benar menyesal.” atau “Aku tahu ini salahku, dan aku akan berusaha memperbaikinya.”

Sebaliknya, orang yang hanya ingin menjaga perdamaian mungkin menggunakan kalimat yang terkesan defensif dan tidak bertanggung jawab: “Kalau aku menyakitimu, maaf ya.” atau “Aku minta maaf kamu merasa begitu.”

Perbedaan ini mungkin terlihat halus, tapi jika diperhatikan, kamu bisa melihat mana yang benar-benar tulus dan mana yang hanya basa-basi.

2. Tindakan Nyata Bicara Lebih Keras

Permintaan maaf yang tulus tidak hanya berhenti di kata-kata, tetapi juga terlihat dari perubahan dalam perilaku seseorang. Jika mereka sungguh-sungguh menyesal, mereka akan memastikan tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Misalnya, jika seseorang sering datang terlambat ke janji temu dan akhirnya meminta maaf, tanda permintaan maafnya tulus adalah jika di pertemuan berikutnya mereka berusaha datang tepat waktu. Sebaliknya, jika mereka tetap mengulang kebiasaan yang sama, itu tandanya mereka hanya ingin menjaga perdamaian, bukan benar-benar berubah.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore