
Ilustrasi cara membentuk anak cerdas dan berprestasi. (freepik/ pvproductions)
JawaPos.com - Banyak orang tua memiliki impian untuk memberikan anak-anak mereka masa kecil yang lebih baik daripada pengalaman masa kecil yang dialami. Mereka ingin memutus siklus generasi sebelumnya, menghindari kesalahan yang dilakukan orang tuanya, dan membesarkan anak-anak yang merasa dicintai, aman, serta dapat menjalani hidup dengan penuh rasa percaya diri.
Sayangany, mengasuh anak lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan fisik, memberikan perlindungan, atau menerapkan disiplin. Salah satu aspek penting dalam pengasuhan adalah mengajarkan keterampilan yang akan membentuk masa depan anak, keterampilan yang lebih berharga dari sekadar nilai atau bakat yakni kecerdasan emosional.
Jika orang tua tidak pernah diajarkan cara mengelola dan memahami emosi mereka sendiri, mereka mungkin merasa kesulitan mengajarkan hal yang sama kepada anak-anak mereka. Merangkum Forbes, berikut ini beberapa cara kembesarkan anak yang cerdas secara emosional agar bisa mengelola perasaannya.
1. Ajari anak mengenal emosinya
Bayangkan anakmu pulang sambil menangis setelah bertengkar dengan temannya. Instingmu mungkin berkata, "Jangan marah, abaikan saja," tapi itu justru mengabaikan perasaan mereka. Orang tua yang mempunyai kecerdasan emosional akan membantu anak-anak mereka mengenali dan menyebutkan perasaan mereka tanpa menekannya.
Proses ini yang dikenal sebagai affect labeling, terbukti dapat mengurangi tekanan emosional dan meningkatkan kemampuan mengelola emosi. Penelitian dalam Emotion Review menjelaskan bahwa memberi nama pada emosi bisa mengaktifkan proses pengaturan otak, membuat perasaan yang kuat lebih mudah diatasi.
Sebuah studi lain pada 2022 yang diterbitkan di PLoS ONE menemukan bahwa pelabelan emosi membantu pengaturan emosi, baik dilakukan segera maupun setelah beberapa waktu. Sayangnya, penelitian ini juga memperlihatkan bahwa intensitas emosi sangat berpengaruh.
Pelabelan emosi lebih efektif pada situasi dengan intensitas tinggi, sementara di situasi intensitas rendah, bisa memperburuk tekanan. Artinya, orang tua tidak perlu terburu-buru memberi label pada emosi anak dalam setiap situasi, melainkan dapat mengamati, memvalidasi, dan membimbing anak ketika mereka siap.
2. Memberi bimbingan dibandingkan menghilangkan hambatan
Orang tua yang cerdas secara emosional lebih memilih membimbing anak menuju solusi daripada langsung menyelesaikan masalah bagi mereka. Saat anak menghadapi konflik, alih-alih memberi perintah, mereka bertanya, "Menurutmu, bagaimana cara terbaik mengatasi ini?" Pendekatan ini membantu anak mengembangkan keterampilan pemecahan masalah, kepercayaan diri, dan ketahanan emosional.
Studi tahun 2023 yang diterbitkan dalam Frontiers in Psychology menyatakan bahwa pola asuh yang berwibawa dengan kehangatan, struktur, dan bimbingan membantu anak-anak lebih baik dalam memecahkan masalah. Orang tua yang mendorong anak berpikir mandiri, dibandingkan memberi solusi, membantu anak menjadi lebih percaya diri dan siap menghadapi tantangan hidup.
3. Mengatur emosi dibandingkan berekspresi secara berlebihan
Anak-anak belajar mengatur emosi bukan hanya dari kata-kata orang tua, namun juga dari perilaku orang tua mereka. Penelitian pada 2019 dalam Journal of Child and Family Studies menunjukkan bahwa orang tua yang kesulitan mengelola emosi, seperti menekan perasaan, juga kesulitan memahami emosi anak-anak mereka.
Kurangnya kemampuan merefleksikan dan merespons secara bijaksana bisa memicu pola asuh yang reaktif, membuat anak lebih sulit mengembangkan keterampilan pengaturan diri. Apabila orang tua merespons impulsif saat stres, anak cenderung meniru perilaku tersebut. Sebaliknya, anak yang melihat orang dewasa mengelola emosi dengan tenang akan menirunya dan mengembangkan kontrol emosi yang lebih baik.
4. Ciptakan ruang aman guna meluapkan emosi

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
