Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 26 Februari 2025 | 05.54 WIB

8 Tips Untuk Menerima Diri Sendiri Apa Adanya Menurut Psikologi, Apa Saja?

Ilustrasi orang yang bangga dengan diri sendiri. (Freepik)

JawaPos.com – Menerima diri sendiri apa adanya adalah kunci untuk menjalani hidup dengan lebih bahagia dan percaya diri.

Namun, banyak orang merasa sulit untuk menerima kekurangan dan kelebihan mereka sendiri, terutama ketika dihadapkan dengan ekspektasi sosial yang tinggi.

Menurut psikologi, ada beberapa tips yang dapat membantu seseorang berdamai dengan dirinya sendiri, memahami nilai dirinya, merefleksikan diri dan menjalani hidup dengan lebih tenang.

Dilansir dari geediting.com pada Selasa (25/2), diterangkan bahwa terdapat delapan tips yang dapat dilakukan untuk dapat menerima diri sendiri apa adanya menurut psikologi.

  1. Berhenti membandingkan diri dengan orang lain

Terjebak dalam permainan perbandingan adalah hal yang sangat mudah terjadi, terutama di era digital saat ini. Saat menjelajahi media sosial, kita sering melihat kesuksesan orang lain dan tiba-tiba merasa tidak cukup baik.

Namun perlu diingat bahwa perbandingan adalah permainan yang tidak mungkin dimenangkan, karena akan selalu ada seseorang yang tampaknya memiliki lebih banyak, melakukan lebih banyak, atau menjadi lebih baik.

Alih-alih mengukur dirimu dengan standar orang lain, cobalah alihkan fokus ke dalam diri sendiri dan rayakan kemajuanmu sendiri, sekecil apapun itu.

  1. Bersikap baik pada diri sendiri

Kita sering menjadi kritikus terberat untuk diri sendiri. Ketika membuat kesalahan, kita cenderung menyalahkan diri berlebihan, memutar ulang situasi dalam pikiran dan mengatakan pada diri sendiri bahwa seharusnya kita bisa melakukan lebih baik.

Ironisnya, kita tidak akan pernah berbicara kepada teman dengan cara yang sama seperti kita berbicara pada diri sendiri. Kepada seorang teman yang melakukan kesalahan, kita akan mengingatkan bahwa mereka hanyalah manusia biasa dan kesalahan tidak mendefinisikan siapa mereka.

  1. Merangkul ketidaksempurnaan

Perfeksionisme dapat membuat penerimaan diri terasa mustahil. Saat kamu percaya harus sempurna, setiap kesalahan terasa seperti bukti bahwa kamu tidak cukup baik. Namun dalam filosofi Jepang yang disebut wabi-sabi, keindahan justru ditemukan dalam ketidaksempurnaan.

Keramik yang retak diperbaiki dengan emas, menonjolkan cacat alih-alih menyembunyikannya, dengan pemikiran bahwa ketidaksempurnaan menceritakan kisah dan membuat sesuatu menjadi lebih unik dan berharga.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore