
Ilustrasi orang yang mengajarkan anaknya percaya diri. (Freepik)
JawaPos.com – Kepercayaan diri merupakan kelebihan yang dapat diajarkan oleh orang tua kepada anak mereka. Kita semua ingin anak-anak kita memiliki kepercayaan diri agar mampu menghadapi tantangan secara langsung.
Psikologi memberikan wawasan tentang pola asuh orang tua yang dapat membuat anak-anak lebih percaya diri. Ini karena kepercayaan diri tidak datang secara alami, tetapi dibentuk dari pola asuh orang tua pada anak mereka.
Dilansir dari Blog Herald, berikut tujuh perilaku orang tua yang dapat mengajarkan anak-anak mereka menjadi lebih percaya diri dalam menghadapi tantangan apapun.
1. Membiarkan anaknya melakukan kesalahan
Sebagai orang tua sangat wajar jika kita ingin melindungi anak-anak kita dari kegagalan. Namun kenyataannya, anak yang percaya diri bukanlah anak yang tidak pernah melakukan kesalahan, tetapi mereka adalah anak yang belajar dari kesalahan tersebut.
Psikologi menunjukkan bahwa ketika anak-anak diberi kebebasan untuk gagal dan mencoba lagi, mereka akan mengembangkan ketahanan dan kepercayaan diri. Mereka belajar bahwa kesalahan bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti, tetapi bagian alami dari pertumbuhan.
Jika orang tua terus-menerus turun tangan untuk menyelesaikan setiap masalah, tanpa mereka sadari dapat membuat anak mereka tidak mampu menangani segala sesuatunya sendiri.
Di sisi lain, orang tua yang membiarkan anak-anaknya sedikit kesulitan dan tetap menawarkan dukungan, membantu mereka membangun kepercayaan diri terhadap kemampuan mereka sendiri.
2. Memuji usaha mereka bukan hanya hasil
Anak kecil selalu memiliki obsesi tersendiri pada hal yang mereka sukai. Mereka mungkin menghabiskan waktu berjam-jam melakukannya, tetapi seberapa keras mereka mencoba, tidak selalu memberikan hasil yang diinginkan.
Di sinilah peran orang tua sangat penting, karena dengan menunjukkan apa yang bisa anak mereka tingkatkan, anak akan merasa dihargai usahanya. Psikolog Carol Dweck mengatakan bahwa keyakinan dapat meningkat seiring dengan usaha.
Pelajaran itu berlaku untuk pola asuh anak. Jika kita hanya memuji anak saat mereka berhasil, mereka mungkin akan mulai menghindari tantangan karena takut gagal. Namun, saat kita menghargai usaha mereka, mereka keberhasilan bukan tentang kesempurnaan.
3. Mengajari anaknya untuk lebih terbuka
Anak kecil cenderung sulit mengutarakan pendapatnya. Entah di sekolah, meskipun mereka memiliki ide, tetapi terlalu takut mengatakannya. Ini dapat berdampak buruk ketika mereka dewasa, karena dapat membuat mereka kurang percaya diri.
Oleh karena itu, sebagai orang tua, kita perlu menyadarkan anak kita untuk lebih percaya diri bukan hanya tentang perasaan, tetapi juga tentang cara mengekspresikan diri sendiri di depan orang lain atau keluarga mereka..

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
